Mabuk Tuak, 4 Remaja Diciduk

ASRI/Bengkulu Ekspress
DIAMANKAN: Empat remaja diamankan lantaran pesta tuak di Padang Panjang, bahkan ada salah satunya memeras warga, Senin (21/1).

KOTA MANNA, Bengkulu Ekspress – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bengkulu Selatan (BS) rutin menggelar razia. Kali ini berhasil mengamankan 4 remaja sedang asyik pesta tuak. Selain mengamankan 4 remaja tersebut, juga ada sisa tuak 2 asoy lagi dekat mereka.

“ Saat kami amankan, mereka sedang asyik pesta tuak,” kata Kepala Dinas Satpol PP dan damkar, Ir Susmanto MM melalui Sekretarisnya Adin Khairo SH didampingi Kasi Penegak Perda, Desti Syarika Nova S Sos.

Adin mengatakan, ke-4 remaja tersebut diamankan Senin (21/1) sekitar pukul 15.00 WIB di sirkuit Padang Panjang. Adapun ke-4 remaja tersebut yakni Yd (18), Al (18), De (17) dan Ha (16). Ke-4 remaja ini asal Kecamatan Seginim yang merupakan pelajar salah satu SMA atau SMK sederajat di Bengkulu Selatan. Bahkan dari ke-4 pelajar tersebut, salah satu diantaranya Ya memeras Ardo dan Alan. “Barang bukti uang Rp 27 ribu hasil pemerasan yang dilakukan Ya terhadap korban kami amankan,” ujarnya.

Dalam razia tersebut, anggota satpol PP tidak hanya mengamankan ke-4 remaja dengan barang bukti tuak, Namun menemukan pil Samcodin sebanyak 2 keping. Setiap keping ada 10 butir pil. Pil tersebut diduga digunakan untuk dicampur dengan tuak agar bisa cepat mabuk. Sebab pil itu diduga untuk menghilangkan kesadaran pemakainya. “Kami juga menyita 2 keping pil untuk dicampur dengan tuak,” imbuhnya.

Dengan hasil razia tersebut, sambung Nova, ke-4 remaja ini tidak diizinkan pulang. Mereka diserahkan ke badan narkotika kabupaten (BNNK) Bengkulu Selatan, agar diperiksa lebih lanjut. Sebab, jika nanti terbukti mereka ini sudah menjadi pecandu, agar bisa direhabilitasi. “ Saat ini ke-4 remaja ini kami amankan untuk kemudian diserahkan ke BNNK Bengkulu Selatan, agar diproses lebih lanjut, terang Nova.

Ha, remaja mengaku dirinya bukan satu kali ini saja meminum tuak. Namun sudah beberapa kali. Bahkan dicampur dengan pil tersebut agar dalam waktu singkat cepat mabuk.  “ Sudah beberapa kali saya minum tuak, bahkan sudah lebih dua kali saya minum tuak dicampur pil itu agar bisa cepat mabuk,” ujarnya.

Adapun pengakuan Ya, pelaku pemerasan terhadap Ardo dan Alan mengaku saat itu dirinya dan temannya Al baru beli 1 kantong Asoy tuak dari penjualnya di pasar bawah seharga Rp 15 ribu. Kemudian dirinya berencana hendak membeli lagi. Akan tetapi uangnya kurang. Sehingga disaat bersamaan melihat ada korban di depan sirkuit. Lalu memaksa korban agar menyerahkan uangnya. “Rencananya uang hasil merasa untuk beli tuak lagi,” ujarnya singkat.

Adapun pengakuan Ardo dan Alan, korban pemerasan. Saat itu keduanya pergi ke Padang Panjang tepatnya ke Sirkuit untuk bertemu teman wanitanya yang merupakan pacar keduanya. Mereka berjanji bertemu di depan sirkuit. Akan tetapi saat duduk santai, datanglah pelaku dan meminta secara paksa uang miliknya. “Kami tidak minum tuak, kami ke sirkuit untuk bertemu teman wanita kami, lalu datang pelaku memeras uang kami,” ujar Ardo. (369)