Mabuk-mabukan, 8 Pemuda Diciduk

pemuda-mabuk-di-pasar-tanjung-alam-kedurang
DICIDUK: Pemuda yang sempat diciduk lantaran mabuk, tampak BB obat batuk cair dan tuak.

KEDURANG, BE – Sepertinya peredaran minuman keras (miras), tuak dan penyalahgunaan obat batuk cair jenis komix di Bengkulu Selatan (BS) masih saja marak. Padahal anggota Polres setiap waktu selalu menggelar razia, bahkan pada jam-jam tertentu menggelar patroli keliling. Namun masih juga ditemukan pada pemuda pesta tuak dan obat batuk tersebut. Seperti yang ditemukan oleh anggota Mapolsek Kedurang. Mereka berhasil menemukan 8 pemuda usia sekolah sedang pesta tuak dan obat batuk di dalam bangunan pasar mingguan di Desa Tanjung Alam Kedurang.

“Saat razia, kami menemukan ada 8 pemuda sedang mabuk didekatnya ada obat batuk cair dan tuak, sehingga mereka kami angkut ke Mapolsek,” kata kapolres BS, AKBP Ordiva SIK melalui Kapolsek Kedurang, Ipda Anandia maco Diaz kepada BE, Senin (17/10).

Menurut Marco, sapaan akrab Kapolsek Kedurang ini, razia tersebut digelar sabtu (15/10) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Selain itu, pihaknya juga membubarkan sekelompok pemuda sedang nongkrong di pinggir jalan. Saat mereka bubar, pihaknya juga menemukan ada bungkus obat batuk tersebut. Hanya saja, mereka hanya diberikan pembinaan agar tidak nongkrong lagi hingga malam hari. Sedangkan ke-8 pemuda tersebut kemudian dipanggil para orang tua mereka, lalu diberikan pembinaan. Mereka juga diwajibkan membuat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan mereka.

“Orang tua ke-8 pemuda itu dan juga kades setempat sudah kami panggil, mereka kami berikan pembinaan, setelah itu kami persilahkan pulang,” ujarnya.

Ditambahkan Marco, adanya hasil razia tersebut, membuktikan jika kalangan pemuda di BS masih suka mengkonsumsi miras, tuak dan obat batuk dirinya berharap adanya temuan tersebut dapat menyadarkan para orang tua agar lebih memperhatikan anak-anak mereka, agar tidak menjadi pecandu miras, tuak dan obat batuk. Sebab dapat merusak masa depan mereka. Karena dengan suka mabuk akan menjadi pemicu kriminalitas.

“Semoga menjadi perhatian orang tua, agar mereka dapat mengawasi dan memberi perhatian pada anak-anak mereka agar menjauhi miras, tuak, obat batuk, aibon dan juga narkoba,” demikian Marco. (369)