MA Bebaskan Suryadi, Terdakwa OTT Pemerasan Para Kades di Kepahiang

KEPAHIANG, BE – Mahkamah Agung (MA) RI membebaskan Suryadi dari segala dakwaan Jaksa Penuntut
Umum (JPU) Kejari Kepahiang. Dalam surat Petikan putusan Pasal 226 junto Pasal 257 KUHAP Nomor
1555 K/Pid.Sus/2020, majelis hakim MA menegaskan jika Suryadi tidak terbukti melakukan tindak
pidana korupsi sehingga membatalkan putusan PN Tipikor Bengkulu dan PT Bengkulu. Suryadi  merupakan terdakwa OTT (orang tertangkap tangan) oleh Kejari Kepahiang atas perkara dugaan pemerasan terhadap para kepala desa di  Kabupaten Kepahiang.

Hakim Agung Prof Dr Surya Jaya SH MHum, bersama Majelis Hakim Anggota Dr Agus Yunianto SH MH
dan Dr Leopolp Luhut Huta Galung SH MH, memerintahkan agar Suryadi segera dibebaskan dari Lapas
Malabro Bengkulu.

“Ya Alhamdulillah, Kasasi kita dikabulkan oleh MA. Besok habis Jumat, klien kita bebas,” ungkap
Kuasa Hukum Suryadj Aan Julianda SH MH kamis (13/8).

Aan mengatakan, dengan putusan kasasi MA maka kleinnya (Suryadi,red) berhak dipulihkan nama
baik. Mengingat saat ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Jaksa Kejari Kepahiang lalu,
kasus menjadi perhatian publik.
“Dulu sangat viral OTT-nya. Dengan adanya putusan MA menyatakan Suryadi bebas dan tidak
terbukti korupsi, maka kami meminta nama baiknya dipulihkan,” ujar Aan.

Sebelumnya, Suryadi bersama istrinya Cahaya Sasmita ditangkap jaksa dalam OTT di rumah makan
Kota Kepahiang. Saat itu, keduanya disangkakah melakukan pemerasan kepada beberapa kepala desa
di Kecamatan Sebarang Musi Kabupaten Kepahiang. Waktu ditangkap, jaksa juga mengamankan uang Rp
30 juta yang baru saja diberikan para kades.  (320)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*