Lulusan UMB, Dituntut Beri Manfaat

REWA/Bengkulu Ekspress FOTO BERSAMA: Wakil Rektor I UMB, Dr Rifai MPd dan Dekan FKIP UMB, Drs Santoso MSi foto bersama peserta yudisium, Senin (22/4).

167 Mahasiswa FKIP Yudisium

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) meyudisium sebanyak 167 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), kemarin (22/4).  Rektor UMB, Dr Sakroni MPd melalui Wakil Rektor I UMB, Dr Rifai MPd mengatakan, mahasiswa dan mahasiswi lulusan FKIP UMB Periode I 2018/2019 ini harus berguna untuk masyarakat. Sehingga lulusan UMB akan dipandang terbaik dan selalu dapat memberikan berbagai solusi yang tengah di hadapi masyarakat saat ini.

“Teruslah mengabdi di tengah-tengah masyarakat untuk meningkatkan kualitas pribadi, jangan mengeluh, buktikan kalau kita adalah generasi yang cemerlang dan berguna bagi nusa dan bangsa,” kata Rifai.

Ia juga berpesan agar para mahasiswa yang akan diwisuda ini, dapat terus belajar dan mengamalkan ilmu yang telah diajarkan. Serta dapat membagikan ilmu yang didapat kepada seluruh manusia. “Saat ini semakin sedikit orang yang mau berbagi ilmu, maka tugas kita mengajarkannya. Karena sebaik-baiknya ilmu adalah ilmu yang diajarkan kepada sesama manusia,” ujar Rifai.



Selanjutnya, ia mengucapkan selamat kepada lulusan terbaik dari FKIP yaitu Ummi Kalsum dari Program Studi Pendidikan Ekonomi dengan IPK 3,92 Predikat Pujian, Annisa Puspa Mariana dari Program Pendidikan Matematikan dengan IPK 3,82 predikat pujian, dan Jevi Meliza dari Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dengan IPK 3,71 predikat pujian.

“Selamat kepada lulusan terbaik, semoga ilmu yang sudah didapatkan dapat bermanfaat bagi banyak orang, teruslah berprestasi dan jangan berhenti untuk menimba ilmu,” tutupnya.

Sementara itu, Dekan FKIP UMB, Drs Santoso MSi mengucapkan selamat kepada mahasiswa yang telah di yudisium dan telah memperoleh gelar SPd.  Ia mengaku, kelulusan S1 ini adalah awal dari perjuangan para sarjana dimana saat isi harus menuju proses lain untuk mencapai tujuan masing-masing.  “Ini adalah proses awal, karena masih ada perjuangan selanjutnya, jangan berhenti sampai disini,” ujar Santoso.

Proses selanjutnya adalah berkaitan dengan pekerjaan, karena saat ini untuk menjadi guru tidak cukup hanya dengan sertifikat S1 namun harus memperoleh juga sertifikat PPG.  “Untuk itu saya berharap kepada para lulusan untuk tidak berhenti sampai S1 saja namun dapat melanjutkan kepada tahapan yang lebih tinggi,” tutupnya.
Seperti diketahui, UMB meyudisium 167 mahasiswa FKIP, rinciannya 32 orang dari Pendidikan Matematika, 2 orang dari Pendidikan Biologi, 35 orang dari Pendidikan Bahasa Inggris, 47 orang pendidikan bahasa Indonesia, 36 orang pendidikan Ekonomi, dan 15 orang Pendidikan PKN.(999)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*