Lulusan Terbaik IAIN Bengkulu Raih IPk 4,0, Ingin Berkarir di World Bank

Amimah didampingi kakeknya

Wisuda Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu yang ke-3 kemarin, salah satu lulusannya menarik perhatian banyak pihak. Amimah Oktarina jurusan Ekonomi Islam dari Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam berhasil meraih IPK yang sangat memuaskan, 4,0 dengan predikat cumlaude (dengan pujian).
Meraih IPK paling tinggi se-Institut tentu saja bukan hal yang mudah, butuh perjuangan dan kerja keras untuk bisa meraihnya. Untuk kedepannya, Ami begitulah panggilan akrab gadis kelahiran Bengkulu, 21 Oktober 1992 ini bercita-cita menjadi seseorang yang berfungsi di World Bank.
“Konyol sih, tapi tak ada yang tak mungkin di dunia ini jika Allah yang berkehendak,” katanya optimis.
Ditambahkannya, oleh karena itulah ia ingin melanjutkan studi S2 tapi belum untuk saat ini, karena terkendala biaya. Ia ingin menjadi seseorang yang berwenang di Bank Dunia, karena ia ingin membawa misi ekonomi syariah tidak hanya di Indonesia, tapi bisa mendunia. Karena Islam adalah agama yang luar biasa dan penerapan dari ekonomi syariah itu tidak hanya untuk umat islam saja, tapi seluruh umat.Karena pada prinsipnya, jika ekonomi syariah ini terwujud yaitu berupa Bank Syariah. Tentunya, ini sangat membantu sekali untuk seluruh masyarakat.
Menurutnya, untuk negara Indonesia prospek Bank syariah sangat besar, apalagi kedepannya akan menghadapi Ekonomi Global. Berupa Masyarakat Ekonomi Syariah (MEA), jadi Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Karena, Indonesia memiliki penduduk mayoritas beragama islam. Hal ini bisa menjadi kekuatan, jika bisa menerapkan dari prinsip ekonomi syariah dalam bidang perbankan syariah.
“Kedepannya, saya yakin jika Indonesia kuat dan konsisten terhadap penerapan ini, maka Indonesia bisa memegang dunia,” imbuhnya.
Dengan misi itulah, ia sampai bercita-cita menjadi seorang karyawan World Bank, jika cita-cita itu tak tercapai setidaknya, ia masih punya opsi lain. Yaitu, Ami juga ingin membuat Bank Syariah secara murni. Ia ingin merangkul orang-orang ekonomi bawah yang masih dalam interpensi lentenir. Seperti koperasi konvensional dan koperasi syariah masih kurang sosialisasi.
“Hanya saja sekarang masih terkendala dana, untuk bisa kuliah S1 saja Ami harus berjualan di kantin sekolah,” ujarnya.
Jadi, untuk saat ini ia akan fokus dulu pada dunia kerja untuk bisa menjadi bekalnya melanjutkan kuliah di S2. Selain ingin menjadi karyawan di World Bank atau membuat Bank Syariah.
Putri pasangan Ambok Tua dan Mastiah ini dalam kesehariannya, memang memiliki segudang prestasi. Diantaranya, juara 1 Bujang Gadis Bengkulu 2012, Duta Bahasa 2013, Juara 1 lomba kemahiran Bahasa Indonesia dan terbaru ia mendapatkan juara harapan 1 lomba berbalas pantun pada Pekan Sastra se- Sumatera awal September lalu.(927)