Lulusan SMKS 21 Bersertifikat Internasional

 DPP Persemki, Fathul saat menyampaikan sosialisasi  di SMKS 21 Qawiy Shabab, kemarin (13/3).  Tampak pelaksanaan uji kompetensi  di SMKS 21 Qawiy Shabab.
DPP Persemki, Fathul saat menyampaikan sosialisasi di SMKS 21 Qawiy Shabab, kemarin (13/3). Tampak pelaksanaan uji kompetensi di SMKS 21 Qawiy Shabab.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Ini kabar gembira bagi masyarakat Bengkulu yang menyekolahkan anaknya di SMKS 21 Analisis Kesehatan Qawiy Shabab. Pasalnya, setelah mengikuti Uji kompetensi, mereka akan mendapatkan ijazah sertifikasi profesi berskala internasional.

Hal ini terungkap dalam sosialisasi dan simulasi Ujian Kompetensi Sertifikasi Analisis Kesehatan bersama Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Asnakes Indonesia LSP-P3 Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BSNP), di SMKS 21 Analisis Kesehatan Qawiy Shabab, kemarin (13/3).

DPP Persatuan SMK Kesehatan Indonesia (Persemki), M. Fathul Djinan menuturkan, sekolah yang telah memiliki sertifikasi profesi berlambang burung garuda tidak perlu kawatir tidak dapat bekerja. Pasalnya, sertifikasi yang diberikan tersebut bukan hanya memudahkan bagi lulusan sekolah kesehatan dalam mencari pekerjaan di skala nasional, juga dipermudah dalam melamar pekerjaan dengan skala internasional.

“Siswa/siswi SMKS 21 Analisis Kesehatan Qawiy Shabab harus bangga, sekolahnya yang telah melakukan uji kompetensi dengan lembaga Profesi Persemki mendapat sertifikat LSP berlambang garuda. Kelebihan ijazah ini diterima hingga tingkat internasional, ” bebernya.
Menurutnya, LSP S-3 Asnaskes, sudah sangat laku ditingkat ASEAN, dan ini bisa menginspirasi bagi sekolah lain untuk bisa bergabung dengan sekolah yang telah memiliki LSP. Pada tahun 2020 mendatang, semua sektor harus memiliki sertifikat LSP BNSP yang tergabung dalam Persemki telah lebih awal mengadakan LSP ini.

“Dengan bergabungnya Bengkulu dalam Persemki ini, kedepanya diharapkan lebih maju, jalin komunikasi dan mengupdate informasi serta dapat ditindaklanjuti ke daerah, ” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Akademi Analisis Kesehatan Sekaligus Pengurus Yayasan Harapan Bengkulu, Yurman SKM, MSi mengaku bangga uji kompetensi sertifikasi dihadiri dari LSP-P3 BNSP tingkat pusat.
Kehadiranya selain memberikan pencerahan, juga memfasilitasi kebijakan dalam membawakan aspirasi dalam pendidikan.

“LSP-P3 BSNP inilah yang berhak mengeluarkan sertifikasinya, dan inilah satu-satunya lembaga yang diakui. Untuk itu, uji kompetensi yang bersifat internasional ini dapat dilakukan dengan baik oleh peserta,” paparnya.
Para peserta yang mengikuti uji kompetensi ini, kehadiran mereka bisa memberikan kemajuan pada SMK yang ada di Bengkukulu, dan alumni SMK Qawiy Shabab tidak diragukan lagi keahliannya.

Lulusan SMK Analisis Kesehatan tidak hanya menjadi seorang Aparatur Sipil Negara, namun mereka bisa bekerja di Indonesia bahkan bekerja di luar negeri.
Kepala SMKS 21Analisis Kesehatan Qawiy Shabab, Drs. Ahmad Fahmi diamini Wakil Kurikulum, M. Yasir S.Pd menuturkan, sosialisasi dan uji kompetensi sertifikiasi di sekolahnya sudah kali ketiga digelar. Untuk tahun ini, uji kompetensi sertifikasi diikuti 31 peserta kelas XII. Proses pelaksanaanya dilakukan secara bertahap hingga menuntaskan pelaksanaan uji praktik.

Sekolah sengaja menghadirkan LSP dari Asnaskes BNSP untuk memberikan pemahaman kepada para peserta tentang sekolah analisis kejuruan. Selain itu, satu satunya sekolah analisis kesehatan telah menjalin kerjasama dengan LSP tersebut. Harapannya para peserta yang mengikuti uji kompetensi sertifikasi dapat tersertifikat dan layak memperoleh sertifikasi berlambang burung garuda.
Diakui Ahmad Fahmi, selama ini sudah banyak permintaan alumni sekolahnya untuk bisa bekerja ke luar negeri, karena sertifikat profesi yang diperoleh memiliki keistimewaan dan diakui luar negeri. Sayangnya para peserta masih terkendala dengan bahasa asing yang belum lancar. Dan jika bekerja diluar sudah bisa digunakan hingga bekerja ke luar negeri.

“Permintaan untuk bekerja keluar negeri tinggi, hanya saja Bengkulu masih terkendala dengan bahasa,” paparnya.
Pantauan Bengkulu Ekspress, pelaksanaan uji kompetensi sertifikasi ini dilakukan di laboratorium, dari 31 peserta dibagi dalam kelompok. Satu kelompok terdiri dari 5 orang. Mereka ini akan mengerjakan empat tahapan yang diberikan pemateri, mulai dari pendaftaran pasien, melakukan pemeriksaan hematologi, materi uji bakteorologi, hasil hingga uji bakteorologi hingga menganalisis data hasil pemeriksaan.

Masing-masing peserta dalam melaksanakan satu paket harus melakukan semua materi uji dalam kurun waktu 3 jam, dan hasil terkecuali bakteorologi baru diketahui dua hari ke depan. “Pelaksanaan berjalan baik, karena didukung sarana dan prasarana. Hanya saja peserta harus bisa memanage waktu yang diberikan,” pungkasnya.(247/krn)