LPS Umumkan Pembayaran Tahap 3 Dana Nasabah BPRS Safir Bengkulu

Foto ; IST

Bengkulu, Bengkuluekspress.com – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kembali mengumumkan pembayaran dana simpanan nasabah BPRS Safir Bengkulu, untuk pembayaran tahap ke-3. Sebelumnya, BPRS Safir Bengkulu telah dicabut izin usahanya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 30 Januari 2019. Sejak itu, LPS mengambil alih penanganan BPRS Safir sekaligus melakukan rekonsiliasi dan verifikasi data untuk pembayaran klaim dana nasabah serta likuidasi aset bank.

“Sebelumnya, LPS telah melakukan pembayaran dalam 2 tahap,” ujar Sekretaris LPS Samsu Adi Nugroho, Selasa (21/5) kepada bengkuluekspress.com.

Pembayaran itu, tahap 1 diumumkan pada 18 Februari 2019 dan pembayaran Tahap 2, 27 Maret 2019. Dalam kedua tahap pembayaran tersebut, LPS telah mengumumkan 37.832 nasabah dengan total nilai simpanan Rp 11,38 miliar yang dinyatakan layak bayar dan dapat mencairkan dananya di bank pembayar.

Pembayaran Tahap 3 ini, LPS mengumumkan 1.014 nasabah tabungan dan deposito dengan total nilai simpanan Rp 84,02 miliar yang layak bayar. Nasabah BPRS Safir Bengkulu dapat melihat daftar nasabah untuk pembayaran Tahap 3 ini di Kantor Pusat BPRS Safir Bengkulu, kantor cabang Manna, kantor cabang Ketahun, dan kantor cabang Curup. “Nasabah juga dapat melakukan pengecekan melalui website http://safir.lps.go.id/,” pungkasnya.

Nasabah yang masuk dalam pembayaran tahap 3 dapat menyiapkan persyaratan yang diperlukan, yaitu identitas diri dan bukti kepemilikan simpanan (buku tabungan atau bilyet deposito). Nasabah mendapat pengesahan dari Tim Likuidasi LPS yang ada di kantor BPRS Safir Bengkulu. Kemudian, melakukan proses pencairan di bank pembayar yang ditunjuk LPS, yaitu BRI Cabang Bengkulu, BRI Cabang Manna, BRI Cabang Curup, dan BRI Capem Ketahun.

“Nasabah tidak perlu tergesa-gesa dalam mencairkan dana simpanannya karena masih akan dilayani pencairannya hingga 5 tahun ke depan sejak bank dicabut izin usahanya (29 Januari 2024),” katanya.

Demi keamanan dan kenyamanan, nasabah yang mencairkan dananya juga diimbau untuk menghindari pencairan dalam bentuk uang tunai. Dana dapat dipindahkan melalui transfer atau pembukaan rekening di bank pembayar. Bagi nasabah yang belum masuk hingga pembayaran Tahap 3 ini, dapat menunggu untuk pembayaran tahap berikutnya.

Ia menambahkan, nasabah diminta untuk tidak terpancing/terprovokasi oleh pihak yang mengaku dapat mengurus dan/atau mempercepat proses pembayaran simpanan tersebut di atas. Sehingga penanganan klaim penjaminan simpanan dan likuidasi bank dapat berjalan lancar sebagaimana mestinya.”Nasabah dapat menyampaikan informasi atau pertanyaan melalui whatsapp melalui nomer 0823-7788-4133,” pungkasnya. (HBN)