LPPM Unihaz Gelar Bazar

prw Unihaz
IST/Bengkulu EkspressĀ 
Rektor Unihaz Bengkulu, Dr. Ir. Yulfiperius, M.Si bersama tamu undangan membuka Bazar di Benmall, kemarin (29/8).

Kukerta Unihaz Periode ke-XXIX

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Lembaga Penelitian dan pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH menggelar bazar yang mewakili 43 desa tempat mahasiswa Unihaz menggelar Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Periode XXIX Tahun 2018.

Bazar ini dilaksanakan di Bencoolen Mall Bengkulu, Rabu (29/8), yang dihadiri oleh Rektor Unihaz dan pejabat di lingkungan Unihaz Bengkulu, perwakilan Plt. Gubernur Bengkulu, serta tamu undangan lainnya.

“Kukerta Unihaz memiliki proyek unggulan, salah satunya Program Pengelolaan Potensi Desa, dimana mahasiswa didorong untuk berinovasi dengan memanfaatkan potensi-potensi yang dimiliki desa-desa tempat mereka melakukan pengabdian,” kata Rektor Unihaz Bengkulu Dr. Ir. Yulfiperius, M.Si.

Menurut Rektor, salah satu tujuan kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan ide-ide kreatif mahasiswa yang bisa ditularkan ke masyarakat. Salah satunya memanfaatkan bahan-bahan yang dianggap tidak memiliki nilai ekonomis dan diolah menjadi lebih bermanfaat sehingga menjadi tambahan pemasukan secara ekonomi.

“Ini merupakan bazar Kukerta yang ke-6 kita laksanakan. Tapi kali ini berbeda, karena kita melaksanakannya di tempat umum. Tujuannya adalah agar masyarakat Bengkulu lebih mengenal bahwa Provinsi Bengkulu ini kaya akan makan- makanan berdasarkan kearifan lokal yang harus kita angkat. Karena kalau bukan kita, siapa lagi,” ucap Yulfiperius.

Selanjutnya, dari Unihaz nantinya akan melakukan penilaian. Jika nanti dari olahan ini ada yang lulus seleksi paten, maka akan dipatenkan. Sehingga Provinsi Bengkulu punya hak paten atas kuliner-kulinernya.Beberapa produk yang dihasilkan berupa Nugget Durian, Pempek Jamur, Kopi, Keripik Sawi, Manisan Rubi dari Pepaya, Bakso Jamur, Dodol Sawo, serta sejumlah produk makanan olahan lainnya.

Untuk diketahui, salah satu kegiatan mahasiswa kukerta selama di tempat pengabdian adalah mengolah bahan makanan. Warga diberikan penyuluhan dan pendampingan bagaimana cara mengolah potensi-potensi yang dimiliki daerah agar lebih bermanfaat sehingga menjadi tambahan pemasukan secara ekonominya.

Pendampingan ini mulai dari pengolahan bahan mentah hingga menjadi bahan olahan yang menarik dan bervariasi. Dengan harapan produk dapat bersaing dengan produk lain yang ada di pasar, baik dari aspek kualitas olahan dan harga yang lebih ekonomis. Serta untuk menambah daya tarik konsumen, warga diajarkan bagai mana membuat dan mendesain produk yang telah diproduksi.

“Saya rasa ini merupakan salah satu bukti bahwa mahasiswa Unihaz mampu untuk melakukan pengembangan ilmu yang bermanfaat, mereka telah berhasil memanfaatkan barang yang tidak bernilai menjadi sarat makna dan bernilai ekonomis,” ujar Rektor.

Selain itu, ia juga mengharapkan semua lembaga terkait dengan hal itu seperti Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) untuk terus mendukung dan mengembangkan potensi yang dimiliki mahasiswa untuk mengembangkan hasil penelitian mereka dalam kegiatan Kukerta yang setiap tahun dilangsungkan dan juga setelah mereka tamat nanti,saya berharap mereka jangan lagi mencari pekerjaan akan tetapi ciptakanlah lapangan pekerjaan,” harapnya. (cik8/prw).