Longsor Menimpa Sekolah, 15 Siswa Luka

longsor pekalonganLongsor yang dipicu hujan deras sepanjang siang di Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (14/2/2013) siang, menimbun sebuah sekolah. Dalam peristiwa ini, 15 siswa terluka, dengan lima orang di antaranya kritis.

“(Longsor terjadi) sekitar pukul 12.30 WIB,” kataKepala Sekolah SMA Negeri 1 Kandangserang, Zaenuri, Kamis (14/2/2013) petang. Saat itu, sebagian besar siswa sedang berada di luar ruang kelas karena bertepatan dengan jam istirahat. Hanya puluhan siswa yang ada di dalam kelas.

Tiba-tiba, tutur Zaenuri, saat itu terdengar suara gemuruh dari atas bukit. “Ternyata longsor dan langsung menimpa dua ruang kelas,” kata dia.

Sekolah ini berlokasi di Desa/Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Saat longsor terjadi, siswa yang masih berada di ruang kelas berusaha keluar. Tapi 15 di antaranya tak berhasil keluar tepat waktu, sehingga menjadi korban ruang kelas yang roboh tertimpa longsor.

Lima korban kritis, tutur Zaenuri, adalah siswa yang langsung tertimpa bahan bangunan ruang kelas. “Umumnya (terluka) di kepala dan beberapa patah tulang sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan,” kata dia.¬†Selebihnya luka ringan.

Lima belas siswa yang harus mendapatkan perawatan kesehatan adalah Santika (16), Remita (17), Siti Nur Janah (16), Trisnawati (16), Sayatun (17), Ahmad Puji Andung (17), Pati Barokah (16), Monika (16), Evi Yudianti (16), Eva Nur (17), Dwi Susiloningsih (16), Sri Rahayu (16), Sri Suyana (16), dan Khumaedi (17). “Jumlah korban sebenarnya sekitar 40 siswa, tapi yang mendapatkan perawatan di puskesmas dan rumah sakit sebanyak 15 siswa,” kata Zaenuri.

Kepala Desa Kandangserang, Rinaeni, mengatakan lokasi di sekitar SMA Negeri 1 Kandanserang tergolong daerah rawan longsor, karena berada di bawah perbukitan. “Jika hujan deras, tanah perbukitan mulai terkikis yang mengakibatkan tanah mudah longsor,” katanya.(**)