Longsor dan Banjir Melanda 6 Daerah

BENGKULU, BE – Hujan deras yang terus mengguyur Provinsi Bengkulu mulai berdampak buruk. Setidaknya, kemarin dilaporkan 6 daerah kini dilanda longsor dan banjir. Meliputi Kota Bengkulu, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, Lebong, Seluma dan Kaur. Sedikitnya ratusan rumah, kolam dan sawah terendam di daerah itu. Begitu pula dengan akses jalan tertutup longsor.
Seperti di Kota Bengkulu air Sungai Bengkulu meluap. Luapannya menggenangi puluhan rumah di Kelurahan Tanjung Agung dan Tanjung Jaya Kecamatan Sungai Serut.
Pantauan BE di lapangan, air menggenangi puluhan rumah sebatas mata kaki hingga lutut orang dewasa. Sejumlah sampah berserakan terbawa air dan masuk ke dalam rumah warga. Sebagian warga mulai menyelamatkan barang berharga ketempat lebih tinggi.
Salah seorang warga RT 1 Tanjung Agung, Hj Supiah menuturkan, banjir kali ini merupakan banjir pertama ditahun 2012 setelah masa panas yang panjang. Sejak musim hujan warga dan dirinya telah siap menghadapi banjir tahunan yang melanda daerahnya. “Air baru masuk ke dalam rumah warga sekitar pukul 11.00 WIB sebatas lutut orang dewasa diprediksi pukul 15.00 WIB, air mulai susut kembali, ” kata Hj Supiah.
Banjir, kata Supiah dikarenakan daerahnya rendah dan berdekatan dengan siring dan sungai Bengkulu, dan hampir setiap hujan turun lebat menyebabkan banjir, untuk itu warga sudah tidak asing dengan peristiwa tahunan itu, bahkan warga sejak musim hujan turun telah mengevakuasi barang-barang berharga ditempatkan yang lebih tinggi.
Ia sendiri telah 34 tahun tinggal di lokasi banjir tersebut. Ia berencana untuk pindah rumah karena berada di kawasan sangat rendah. Jika hujan lebat terjadi, banyak kotoran seperti sampah dedaunan, yang masuk rumah terbawa air. Yang paling sulit jika air terus tinggi menyebabkan MCK terendam air dan sulit difungsikan, selain itu juga akibatnya air akan tercemar dan sulit mendapatkan air bersih.
Sementara di Bengkulu Utara, banjir melanda sekitar 60 jiwa di Desa Tanjung Genting Kecamatan Air Besi. Air mulai naik dan menggenangi puluhan rumah warga setempat sejak Minggu (4/11) sekitar pukul 20.00 WIB. Selain itu beberapa fasilitas pendidikan berupa PAUD Marisah dan SD 05 Air Besi serta puskemas pembantu (Pustu) di desa setempat juga terendam banjir dengan ketinggian 0,5 – 1,5 meter. Tak ayal aktivitas sekolah terpaksa diliburkan. Sebab akses jalan lintas desa juga sempat terisolir lantaran genangan air yang tak bisa dilalui kendaraan.
Salah seorang warga setempat, Nakir (40) warga setempat mengatakan air meluap dari Sungai Balam. Desa di sepanjang aliran sungai itu seperti Desa Tanjung Genting, Desa Sungai Pura, Desa Talang Renah dan Desa Talang Lembak tergenang. Namun lokasi terparah di Desa Tanjung Genting. “Malam tadi banjir cukup parah, karena air di desa ini sudah tak bisa mengalir ke mana-mana lagi,” terang Nakir.
Sarmidi, salah seorang guru SDN 05 Air Besi, yang bermukim di daerah itu juga mengungkapkan, banjir juga menggenangi seluruh ruang kelas. Aktivitas di sekolahnya terpaksa diliburkan sementara waktu

Sawah Rusak
Di kawasan Bengkulu Tengah banjir menggenangi sejumlah rumah warga di Desa Lubuk Unen kecamatan Merigi Kelindang, dan merusak areal persawahan seluas 3 hektar. Tak hanya itu saja 4000 ekor ikan di tambak warga hilang terseret arus.
Menurut Kepala BPBD, Ir Fairoeszaman ketinggian air sudah mencapai 1 meter sepanjang 75 meter. “Tadi pagi sudah sampai segitu,” kata Fairoes.
Sementara itu, areal perumahan Desa Talang Empat kecamatan Talang Empat juga tergenang air, akibatnya warga terpaksa mengungsi ke rumah sanak saudara mereka. Meski tak mengalami kerugian begitu besar namun banjir yang melanda kawasan desa Talang Empat kecamatan Karang Tinggi cukup menambah beban warga. Warga kesulitan menempati rumah mereka. “Kalau pas malam, bisa sampai setengah meter apalagi saat hujan lebat,” kata Anisa, warga setempat.
Untuk menyikapi, Dinas Sosial Nakertrans kemarin mendirikan tenda darurat sebagai antisipasi kemungkinan terjadi genangan air susulan sehingga menyulitkan warga untuk tinggal di rumah. “Untuk mengantisipasi kemungkinan genangan air lebih besar, kami mendirikan tenda, melibatkan unsur TNI, Polri, dan kecamatan,” kata Zulkipli, SPd, Kabid Bansos di TKP.

//Ambles
Sebanyak 2 unit rumah milik warga Kelurahan Bungamas Kecamatan Seluma Timur, Anain (46) dan Minan (38) rusak parah, kemarin (6/11). Penyebabnya, badan jalan penghubung Bungamas-Polsek Seluma di kelurahan Sembayat, ambles hingga menyeret bangunan rumah. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun Anain dan keluarga terpaksa mengungsi.
Kronologis kejadian bermula, ketika 2 hari lokasi tersebut diguyur hujan deras. Akibatnya, badan jalan proyek multiyears Seluma yang terhenti tersebut menjadi amblas. Memang kuntur tanah badan jalan yang hanya berjarak sekitar 20 meter dari aliran sungai Seluma itu diketahui sangat labil. Sedangkan posisi bangun 2 rumah berada diantara badan jalan dengan sungai.
Mulanya, badan jalan ambles pertama kali sekitar pukul 04.30 WIB subuh kemarin. Tanah separuh badan jalan turun hingga 10 cm sepanjang 30-an meter. Akibatnya, pondasi rumah Anain ikut amblas. Pagi harinya, sekitar pukul 09.00 WIB jalan yang amblas bertambah dalam sampai mejadi 30 cm, hingga mengakibatkan rumah Anain yang berkonstruksi 2 lantai beton dan kayu makin rusak. Bahkan rumah papan milik Minan yang berada di sebelah rumah Anain pun ikut bergeser.
”Rumah kami ambles. Sekarang kami tidak bisa lagi menghuni rumah ini,” kata Anain. Sementara itu, pasca kejadian sejumlah pejabat Seluma dari BPBD, PU dan Dinas Sosial langsung melihat lokasi. Sedangkan pemilik rumah mengungsi dan berupaya memindahkan perabotan dengan dibantu puluhan warga sekitar.

//Longsor
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kaur juga mengakibatkan longsor di jalan negara di Desa Seranjangan Kecamatan Tanjung Kemuning. Tepatnya tepatnya di Km 21 dari Kota Bintuhan. Hampir sepanjang 15 meter badan jalan ditutupi tanah. Dinas PU setempat langsung menerjunkan alat berat untuk melakukan pembersihan material tanah dan kayu-kayu yang menutupi jalan.”Saat ini kendaraan sudah bisa melintasi,” ujar Sekretaris PU Kaur Lawi Amru Spd kepada BE, kemarin.
Sedangkan di Kabupaten Lebong, dapur rumah milik Harun (55), warga Kelurahan Rimbo Pengadang atau tak jauh dari simpang Topos ambles ke jurang belakang rumahnya. Kejadian tersebut terjadi pada Senin (5/11) kemarin sekitar pukul 19.15 WIB. Beruntung kejadian tersebut tidak sempat menimbulkan korban jiwa, sebab saat kejadian di rumah Harun hanya ada putri bungsunya yakni Yosi (24) yang sedang jaga warung di depan.(122/247/117/444/832/777)