Lomba Cipta Puisi Spektakuler

 Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti saat membacakan karya Puisi salah satu siswi SD,disela-sela pelaksanaan Lomba Cipta Puisi, di Sport Center.

BENGKULU, BE– Lomba Cipta Puisi Indonesia (LPCI) Pekan Nelayan dan Kemaritiman dengan tema “Karakterisik Kemaritiman dalam Puisi” diselenggarakan kantor Bahasa Bengkulu berlangsung spektakuler. Perlombaan diikuti mulai jenjang SD, SMP, SMA, mahasiswa dan Umum.

Sedikitnya 2000 peserta terdaftar memadati areal Sport Center sayap kiri untuk melakukan registrasi, selanjutnya peserta diberikan kaos bertuliskan ” Aku Cinta Bengkulu” disertai formulir dan kupon peserta.

Kemudian peserta dibagi dalam beberapa titik, ada yang berada di kawasan Sport center ada juga di sepanjang bibir pantai panjang, Kota Bengkulu. Terlihat peserta sangat antusias mempromosikan wisata Bengkulu lewat puisi.

Fitriyani, guru SMPN 20 Kota Bengkulu sangat mengapresiasi LPCI, selaku guru pendamping bagi anak-anak didiknya menegaskan kegiatan seperti ini selain mengasah kemampuan anak melalui ide-ide dimuat dalam puisi, anak bisa sebagai duta wisata didaerahnya. “Ini membantu anak-anak bagaimana menuliskan idenya lewat puisi, ” katanya.

Hal sama dengan peserta puisi kategori umum, Syakirin menuturkan hal-hal semacam ini mestinya lebih digalakkan. Selain melibatkan pelajar LPCI kategori umum memberikan kesempatan bagi para orang dewasa yang bisa menyampaikan ide, gagasan alam wisatanya.

” Bukan hanya menikmati wisata bahari, wisata alam, namun bagaimana kita bisa mencurahkan ide yang dimuat dalam sebuah karya seperti puisi, ” katanya.

Bukan hanya karena hadiah dijanjikan besar, namun dirinya selaku pecinta sastra ingin berkompetisi dalam penulisan puisi “Ya siapa tahu saya juga menang, ” harapnya.

Membludaknya jumlah peserta LPCI juga mendapat apresiasi Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti. Orang nomor satu di provinsi Bengkulu itu, usai penyerahan bantuan Dapur umum pada pucak pekan nelayan dan kemaritiman, di Sport Center.

Pada kesempatan itu, gubernur Bengkulu di dampingi Kepala Dinas Pendidikan provinsi Bengkulu, Atisar Sulaiman, S.Ag MM, Kepala Kantor Bahasa Bengkulu, Karyono SPd,M.Hum dan pejabat lainya. Gubernur pun mengambil dua karya puisi yakni jenjang SD dan Guru dan dosen, dan dibacakan. Ia meminta agar kegiatan ini terus ditingkatkan.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan provinsi Bengkulu, Atisar Sulaiman S.Ag pun berterimakasih kepada kepala Kantor Bahasa Bengkulu, yang telah sukses dalam mengerahkan massa LPCI. “Ini kerjasama Dispendik dan Kantor Bahasa, seluruh pelaksanaanya diserahkan kepada kantor Bahasa, ” bebernya. Pihaknya akan terus berkoordinasi dan mengendakan kegiatan dalam pengerahan massa yang lebih besar,” katanya.

Sementara itu Kepala Kantor Bahasa Bengkulu, Karyono SPd.MHum sangat bersyukur, program LPCI berjalan sukses, dan jumlah peserta lomba terbanyak diawal tahun 2016.

“Mengerahkan 2000 massa sangat luar biasa, dan ini berkat kerjasama semua pihak, terlebih Dikbud Kabupaten/kota, serta universitas ” katanya.

Karya puisi yang sudah dikumpulkan ke panitia akan dilakukan penilaian, dan dilakukan se independen mungkin. Agar menghindari prasangka tim juri bukan hanya dari Bengkulu, namun melibatkan pihak luar. Beberapa juri yang terlibat dalam Cipta Puisi Indonesia itu antara lain, guru besar Universitas Negeri Semarang, Prof. Dr Agus Nuryatim, Prof. Dr Teguh Suprianto ( Unes) Prof. Dr Suwadi Indra Suwara (Universitas Negeri Jogjakarta), Balai Bahasa Jogjakarta, Dr Tirto Suwondo, Ka. Balai Bahasa Jateng, Drs Pardi MHum, Badan Bahasa Dr Ganjar, Ka Balai Bahasa Kalimantan, Drs Imam Utomo, Ka Balai Padang, Drs Danar MHum dan 5 juri dari Unib.

Penilaian LPCI meliputi aspek kesesuaian isi dengan tema, amanat yang disampaikan, kesimbangan dalam komposisi, kepaduan unsur puisi, keindahan diksi, gaya bahasa dan citraan. Sistem penilaianya tertutup, juri tidak mengetahui nama pemilik karya, karena nama pemilik puisi akan dipotong dan diganti dengan kode nomor “Siapa nama peserta dan juri tidak saling kenal, ” katanya.

Dari 2000an karya yang dikumpul, akan diambil 24 pemenang, pemenang I hingga IV. Dari karya terbaik itu akan serahkan kepada Gubernur untuk dipilih dan hasil karya anak bangsa ini akan dibingkai dan selanjutnya akan dibuat karya buku antologi Puisi. “Setelah terkumpul 2000 karya akan di bukukan karya anak bangsa dengan hari kemaritiman, dan dijudul Aku Cinta Bengkulu dalam puisi dibibir pantai panjang Bengkulu,” jelasnya. Pemenang LPCI akan diumumkan 29 April 2016, dan penyerahan hadianya akan dilakukan pada hari Pendidikan nasional mendatang, tandasnya. (247)