Listrik Kantor Bupati Disambung ke Rumah Warga

KARANG TINGGI, BE- Rukah warga di Bengkulu Tengah saat ini masih banyak sekali, yang belum dialiri listrik. Bahkan rumah warga yang letaknya berada persis di depan kantor bupati sekalipun,  uga belum dialiri listrik. Yakni rumah warga di Desa Ujung Karang, Kecamatan Tinggi. Warga sangat berharap listrik bisa mengalir ke rumah mereka secepatnya. Terlebih saat ini beredar informasi kalau listrik di kantor  bupati, dalam waktu dekat bakal dialirkan ke rumah warga disekitarnya.

Seperti dikemukakan Ramadan (35), pedagang yang berjualan di kantor bupati. Ia mempertanyakan kejelasan status pemasangan listrik ke rumah warga melalui kantor bupati tersebut. Lantaran untuk memasang listrik sendiri, belum bisa dilakukan. “Kapan listrik kantor bupati ada, kalau ada kami mau pasang. Karena informasi yang kami dengar kalau ada sisa listrik dari kantor bupati yang tidak terpakai, dapat disalurkan ke rumah warga,” ungkap Ramadan pada BE kemarin.

Dia menyampaikan bila sejumlah pihak telah menawarkan kepada dirinya untuk penyambungan listrik dari aliran listrik kantor bupati tersebut. “Kabarnya 6 bulan lagi listrik siap, warga diminta kumpul KTP bagi yang ingin nyambung (listrik). Katanya ada orang pemda yang nyiapkan,” papar Ramadhan.

Ramadan menuturkan biaya yang akan dikenakan bagi tiap warga yang mau menyambung listrik dari kantor bupati itu Rp 3 juta perunit rumah. Penyambungan itu dikoordinir oleh seorang warga berinisial Uj. Koordinator Uj inilah yang akan mengurusnya kepada oknum Pemda. “Api yang ditawarkan 900 watt, biayanya Rp 3 juta,” tambah pedagang mie rebus ini.

Terkait rumor ini, Kabag Umum dan Perlengkapan, Zahrin, SSos menyatakan tak tahu menahu soal adanya penyambungan listrik dari kantor bupati ke rumah warga tersebut. Ia memastikan adanya perjanjian sebelumnya dari pejabat terdahulu mengenai penyambungan sisa listrik itu. “Saya tidak tahu ada (semacam) itu, mungkin saja ada perjanjian pejabat sebelumnya, namun saya tidak tahu. Tapi listrik kantor Pemda ya untuk Pemda bukan untuk warga,” terang Zahrin.

M Fauzi, Kasi Kelistrikan Distamben yang menangani langsung 3 paket listrik di Benteng, membolehkan adanya warga yang ingin menyalurkan listrik dari sumber listrik yang diusulkan Pemda. Karena jelas M Fauzi, ada kelebihan daya yang bisa dimanfaatkan warga. Untuk teknis pemasangannya bisa melalui Pemda atau PLN. “Ya memang boleh kalau warga yang ingin pasang listrik. Karena memang ada kelebihan daya, sekitar 20 ribu KPA, dari 200 ribu KPA yang akan dipasang,” kata M Fauzi.

Dijelaskannya agar warga tak perlu khawatir dengan isu adanya sisa lebih dari daya listrik kantor bupati itu. Karena sisa listriknya cukup banyak, dari 200 KPA itu dibagi untuk 2 kantor, yakni kantor bupati dan kantor camat Karang Tinggi,” imbuhnya. (122)