Listrik Balai Rafflesia Dicabut

NUNGGAK - Kabag Umum dan Perlengkapan Setda Pemkab Benteng, Iswahyudi SSos memberikan keterangan pers terkait pemutusan listrik di Balai Rafflesia akibat menunggak
Bakti/Bengkulu Ekspress
KETERANGAN PERS : Kabag Umum dan Perlengkapan Setda Pemkab Benteng, Iswahyudi SSos memberikan keterangan pers, terkait pemutusan listrik di Balai Rafflesia akibat menunggak, Selasa (21/8).

KARANG TINGGI, Bengkulu Ekspress– Keberadaan Balai Raffe.sia yang dianggap sebagai gedung kebanggaan benar-benar terkesan diabaikan. Betapa tidak, setelah 2 (dua) tahun tak ditempati, tagihan penggunaan listrik di gedung tersebut belum juga dilunasi atau menunggak. Tunggakan yang mencapai puluhan juta terpaksa membuat pihak PT PLN bertindak tegas.

Aliran listrik pada gedung serbaguna tersebut, akhirnya diputuskan oleh pihak PLN. Ketika dikonfirmasi, Kabag Umum dan Perlengkapan Setda Pemkab Benteng, Iswahyudi SSos tak menampik adanya pemutusan yang dilakukan oleh PT PLN. Sebelum pemutusan dilakukan, sambungnya, pihak PLN memang sudah melayangkan surat resmi berupa teguran tertulis kepada Pemda Kabupaten Benteng agar dapat melunasi tunggakan listrik.

“Surat resmi dari PLN memang sudah kita terima. Dalam sepucuk surat yang kami terima, diketahui bahwa tunggakan mencapai angka yang cukup fantastis, yakni sebesar Rp 20 juta,” ungkap Ujang.

Lebih lanjut, Ujang mengungkapkan, pembayaran tunggakan tak bisa dilakukan karena tidak tersedianya anggaran. Menyikapi hal itu, Ujang mengatakan, pihaknya akan mengusulkan APBD Perubahan tahun 2018 untuk melunasi utang Pemda Benteng.

“Dari hasil koordinasi dengan PLN, pemasangan aliran listrik hanya bisa dilakukan setelah semua tunggakan dilunasi. Kami harap, usulan anggaran yang kami sampaikan bisa disetujui. Saya juga sudah meminta petunjuk kepada Sekda Benteng, Muzakir Hamidi SSos MM mengenai permasalahan ini,” beber Ujang.

Selain itu, terkait dugaan pengerusakan pada Balai Rafflesia yang telah menelan anggaran Rp 9 miliar, kata Ujang, dirinya juga akan berusaha keras agar perbaikan bisa dilakukan dengan menggunakan dana APBD murni tahun 2019 mendatang. “Kami sudah melihat langsung kondisi Balai Rafflesia saat ini. Semua plafon PVS yang telah terpasang memang rusak 90 persen. Kerusakan akan kami perbaiki pada tahun 2019,” tegasnya.



Agar pengamanan gedung bisa lebih maksimal, Ujang menuturkan, bahwa keberadaan rumah jaga merupakan solusi utama. “Dengan adanya rumah jaga, kami bisa menempatkan honorer yang menetap. Karena itulah, besar harapan kami agar Dinas PU Kabupaten Benteng bisa menyiapkan anggaran pembangunan rumah jaga,” pinta Ujang.(135)