Lindungi Populasi Gajah Sumatera

REWA/BE
Asisten II Setda Priovinsi Bengkulu, Hj Yuliswani SE saat meresmikan Kawasan Ekosistem Essensial Gajah Sumatera Lanskap Sebelat, BU di halaman kantor DLHK Provinsi Bengkulu, Kamis (5/12).

Kawasan Gajah di Sebelat Diresmikan

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Pemerintah Provinsi Bengkulu terus berusaha melindungi populasi Gajah Sumatera. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu meresmikan Kawasan Ekosistem Essensial Gajah Sumatera Lanskap Sebelat, Bengkulu Utara. Dengan adanya kawasan ini, keberadaan Gajah Sumatera akan tetap terjaga dari kepunahan.

Asisten II Setda Priovinsi Bengkulu, Hj Yuliswani SE mengatakan, dengan diresmikannya Kawasan Ekosistem Essensial Gajah Sumatera Lanskap Sebelat ini, maka dapat menjaga kelestarian Gajah Sumatera sehingga nantinya bisa menjadi salah satu destinasi wisata di Bengkulu.

“Dengan dilaunching dan titik nolnya juga sudah ditandatangngi oleh Dirjen, kita berharap bahwa pengembangan kawasan ini bisa kita lakukan secara bersama-sama, kita juga berharap kawasan ini dapat menjadi kawasan wisata bagi Provinsi Bengkulu,” kata Yuliswani saat melaunching Kawasan Ekosistem Essensial Gajah Sumatera Lanskap Seblat Bengkulu di halaman kantor DLHK Provinsi Bengkulu, Kamis (5/12).

Ia mengaku, Gajah Sumatera merupakan satwa kunci yang dilindungi dan perlu untuk dilestarikan. Habitat dan populasinya berada di Taman Wisata Alam Sebelat, Perkebunan, Hutan Produksi dan Taman Nasional Kerinci Sebelat yang merupakan kawasan bernilai ekosistem tinggi. “Selama ini populasi Gajah Sumatera terpisah-pisah tidak ada jalur yang menghubungkan antar kelompok, sehingga menyebabkan terancamnya populasi Gajah Sumatera,” tutur Yuliswani.

Selain terpisah-pisah, tidak terkoneksinya kelompok gajah satu dengan kelompok gajah lainnya membuat Gajah Sumatera rentan mengalami perkawinan sekelompok yang mengakibatkan keturunan menjadi lemah dan berumur pendek.

Untuk itu, Pemprov Bengkulu bersama stakeholder terkait mengupayakan adanya koridor pergerakan gajah antara Taman Wisata Alam Sebelat dan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) sehingga kelmpok gajah saling terkoneksi dengan kelompok gajah lainnya. “Kawasan hutan di sektar kawasan Sebelat ini juga harus kita pelihara agar kawasan hutan tersebut dapat menajadi habitat bagi Gajah Sumatera, ini tentu merupakan tanggung jawab kita semuanya, baik dari perintahan pusat, Pemprov Bengkulu maupun Pemda Kabupaten setempat,” tutupnya.

Sementara itu, Plh Sekretariat Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Sri Kurniati mengapresiasi langkah Pemprov Bengkulu yang juga didukung oleh berbagai LSM lingkungan, perusahaan, tokoh masyarakat dan akademisi. “Peran dari masing-masing pihak menunjukkan bahwa telah terwujud semangat bersama dalam membangun sinergi dalam membangun suatu program dan aksi konservasi pengelolaan Kawasan Ekosistem Essensial yang berekosistem tinggi khususnya pelestarian populasi Gajah Sumatera,” jelas Sri Kurniati.

Kepala Dinas LHK Provinsi Bengkulu, Ir Sorjum Ahyan mengatakan telah disusunnya rencana aksi Kawasan Ekosistem Essensial Koridor Gajah telah tertuang dalam SK Gubernur No. S497/DLHK 2017, pada tanggal 22 Desember 2017 yang lalu. “Rencana aksi yang telah disusun diharapkan mampu menjadi acuan dan pedoman pelaksaan pengelolaan ekosistem esensial habitat Gajah Sumatera di Lanskap Seblat sebagai upaya dalam rangka menahan laju kepunahan Gajah Sumatera di Provinsi Bengkulu,” tutupnya.(999)