Lindungi Hak Perempuan dan Anak

REWA/BE
Penjabat Sekda Provinsi Bengkulu, Drs Hamka Sabri saat menyampaikan kata sambutan pada Seminar Capaian 4 tahun Program Cahaya Perempuan WCC dan Lokakarya Penyusunan Rencana Strategis di Kota Bengkulu, kemarin (5/12).

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Organisasi Cahaya Perempuan Women Crisis Center (WCC) selama 4 tahun terakhir telah melindungi hak perempuan dan anak di Bengkulu, dari kasus kekerasan. Untuk memaksimalkan perannya di Bengkulu, WCC tengah berusaha menyusun rencana strategis kedepannya.

Dewan Pengurus WCC Ati Musiardanis mengatakan, sebagai organisasi yang fokus terhadap hak perempuan dan anak, Cahaya Perempuan WCC berupaya menyusun langkah-langkah konkrit dengan menggelar Seminar Capaian 4 tahun Program Cahaya Perempuan WCC dan Lokakarya Penyusunan Rencana Strategis.

“Untuk itu, Cahaya Perempuan WCC ingin mereview dan merumuskan ulang positioning lembaga empat tahun ke depan (2020-2024) berdasarkan peta kekuatan organisasi, kekuatan kolektif kelompok, kemampuan advokasi dan jaringan kerja,” kata Ati, kemarin (5/12).

Dijelaskannya, selama kurun waktu 4 tahun terakhir, Cahaya Perempuan WCC merancang program strategis yang lebih menyasar kepada perempuan akar rumput, stakeholder dan perangkat desa/kelurahan. Diharapkan program strategis tersebut dapat melindungi hak perempuan dan anak di Bengkulu dari kasus kekerasan. “Kita terus berusaha memlindungi hak perempuan dan anak, jangan ada kekerasan, karena semua adalah sama,” tutupnya.

Penjabat Sekda Provinsi Bengkulu, Drs Hamka Sabri memberikan, apresiasi yang tinggi kepada oranisasi perempuan WCC yang telah menggelar Seminar dan Lokakarya ini. Apresiasi tersebut disampaikan mengingat selama kurun waktu 4 tahun perjalannya, organisasi Cahaya Perempuan ini telah berjuang secara mandiri guna memenuhi hak perempuan dan anak, melindungi perempuan, anak dan remaja dari kekerasaan serta mengangkat harkat dan martabat perempuan agar setara dengan laki-laki. “WCC ini sudah banyak berjuang di Bengkulu, Pemerintah Provinsi Bengkulu sangat mengapresiasinya,” kata Hamka.

Program yang dijalankan WCC, menurut Hamka sangat selaras dengan program pemerintah dalam meningkatkan Indek Pembangunan Manusia serta mengentaskan kemiskinan. Sehingga WCC tidak hanya fokus terhadap kekerasan saja, tetapi ikut membangun manusia dan mengentaskan kemiskinan. “Perlu adanya upaya kerjasama antara pemerintah dengan organisasi perempuan guna mengatasi permasalahan mengenai perlindungan dan hak perempaun dan anak,” tutur Hamka.

Hamka menyebutkan, peran perempuan khususnya ibu-ibu dalam memperjuangkan kehidupan keluarganya maupun bangsa dan negara ini sudah ada sejak dulu kala dan tetap terasa manfaatnya hingga saat ini. Untuk itu, Ia mengajak seluruh pihak untuk sama-sama peduli dengan perempuan karena mereka juga memperjuangkan kehidupan dikeluarga. “Mari kita jaga dan tidak melakukan tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tutupnya. (999)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*