Lindungi Diri dari Batasan Dalam Kebebasan Berekspresi di Dunia Digital

BENGKULU, Bengkuluekspress.com – Dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan literasi digital, maka masyarakat penting untuk melindungi diri dari batasan dalam kebebasan berekspresi di dunia digital. Hal itu dikatakan Ketua RTIK Provinsi Bengkulu dan Ketua Blogger Bengkulu Mildaini, S.Pd, Selasa (13/7).

“Beberapa prinsip yang harus dipahami dalam berinternet dan bermedia sosial yaitu, seseorang harus menerima bahwa internet bukan zona bebas nilai, kepekaan terhadap budaya lokal dan nasional, serta tidak menggunakan internet untuk menipu orang lain dan menyebunyikan identitas diri,” katanya.

Ia memamparkan, kebebasan berekspresi adalah hak setiap orang unutk mencari, menerima, dan menyebarkan informasi dan gagasan dalam bentuk apapun. Namun, kebabasan dibatasi hak-hak orang lain untuk diperlakukan secara layak dan adil.

“Etika pemanfaatan teknologi informasi dalam dunia digital seperti, tidak menggunakan perangkat komputer untuk membahayakan orang lain, tidak mencampuri pekerjaan komputer orang lain,” ujarnya.

Selain itu, sambungnya, tidak menggunakan komputer untuk pekerjaan illegal, selalu memikirkan akibat sosial dari program yang ditulis, serta menggunakan perangkat komputer dengan cara yang menunjukan tenggang rasa dan rasa penghargaan.

“Kaidah etis serta hukum mengenai hak cipta ata karya seseorang berupa meminta izin kepada penciptanya untuk menggunakannya serta penyebutan sumber,”pungkasnya.

Sementara itu, Akademisi UINFAS Bengkulu dan Founder Putera Puteri Kebanggan Bengkulu Reko Serasi, S.S, M.A mejelaskan kenali penyebab masalah berjejaring seperti, pikiran yang negatif, kepedulian, takut ketinggalan, ketidakpedulian atau ketidaktahuan, serta tidak dapat mengontrol emosi dengan baik.

“Pintar dan bijak dalam menggunakan media sosial dengan cara menghargai, inspirasi, kredibel, imbang, dan rasional,” ungkapnya.

Ia memaparkan, hal yang harus dilakukan di media sosial antara lain, kontrol etika berkomunikasi, hindari penyebaran SARA, pornografi, dan kekerasan, hindari penyebaran hoax. Serta hindari penyebaran informasi yang berlebihan.

“Hentikan hoax dengan cara cek email situs, diskusikan agar saling mengetahui sumber dan opini dari berbagai pihak, amati lebih lanjut dengan fitur verifikasi, dan kemampuan diri untuk mencegah provokatif,” tegasnya.

Ia menambahkan, media sosial mempunyai dampak postif namun, terdapat pula dampak negatif. Maka, jadilah netizen yang bijak dalam bermedia sosial untuk menghindari dampak negatif. (HBN)