Limbah Tambang Diduga Dibuang ke Sungai

Bengkulu
IST/Bengkulu Ekspress DATANGI : Belasan warga saat mendatangi lokasi tambang PT BMQ yang berlokasi di Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Benteng, Senin (3/7) kemarin.

Warga Datangi Tambang PT BMQ

TABA PENANJUNG, Bengkulu Ekspress – Polemik antara warga dan PT Bara Mega Quantum (BMQ) di sejumlah desa di Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) masih bergulir.

Belasan warga yang berasal dari sejumlah desa Kecamatan Taba Penanjung akhirnya mendatangi lokasi pertambangan PT BMQ, Senin (3/7) kemarin. Yakni perwakilan dari Desa Surau, Desa Taba Teret, Taba Baru, Tanjung haran dan Desa Bajak.

Kepada Bengkulu Ekspress, perwakilan warga, Dedi Damhudi (38) mengatakan, kedatangan warga ke lokasi tambang tentu saja bukan tanpa alasan. Mereka minta agar pihak perusahaan tak sebarangan dalam membuang limbah batu bara.

“Sebanyak 15 orang perwakilan warga datang hari ini (kemarin,red) hanya untuk melihat langsung proses pembuangan limbah batu bara. Kami tak ingin limbahnya dibuang langsung ke aliran sungai,” ujar Dedi.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, lanjut Dedi, terungkap fakta bahwa saluran pembuangan limbah langsung ke arah aliran Sungai Susup yang dibutuhkan oleh warga untuk berbagai kepentingan. Baik itu sebagai sumber air irigasi sawah ataupun kepentingan pribadi masyarakat, seperti mandi, cuci dan kakus (MCK).

“Kami menolak jika limbah dibuang langsung ke sungai. Sebab itulah, sementara waktu ini kami akan menghentikan adanya aktivitas pembuangan limbah ke sungai dengan melakukan pemortalan pada saluran limbah,” tambahnya.

Selain menghindari pembungan limbah ke sungai, Dedi mengharapkan agar pihak perusahaan bisa mengambil kebijakan yang berpihak kepada masyarakat dalam melakukan penambangan batu bara.

“Kami harap aktivitas penambangan menggunakan tenaga kerja dari masyarakat setempat,” pintanya.

Sementara itu, Ketua Teknis Tambang (KKT) PT BMQ, Heri Mulyatno membantah bahwa limbah batu bara dibuang langsung ke aliran sungai. Menurutnya, pihak perusahaan telah membuat sejumlah kolam endapan sebelum akhirnya hasil penyaringannya dibuang ke aliran sungai.

“Limbah tentu saja tidak kita buang langsung ke aliran sungai,” katanya. “Menuntaskan polemik ini, dalam waktu dekat kami akan berkoordinasi dengan perwakilan warga,” ungkap Heri.(135)