Lima Kandidat Tak Singgung Korupsi

DEBAT Sebagian besar peserta kepanasan saat berada di ruanggan Aula PGRI dalam kegiatan debat kendidat kemarin (1)TAIS, BE- Kemarin(23/11), debat kandidat yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum(KPU) Seluma aula gedung PGRI Seluma. Debat kendidat berlangsung alot dengan saling serang dalam pertanyaan. Hanya saja, dalam penyampaian visi dan misi dari kelima pasangan calon kepala daerah Seluma 2015-2020 tidak ada satupun pasangan yang mengedepankan pemberantasan korupsi. Melainkan hanya mengedepankan surpermasi hukum yang tengah terjadi. “Supermasi hukum haruslah dijalankan, mengingat saat ini hukum tajam kebawah bukanlah kebawah. Dan ini dapat terlihat jelas,” tegas Pasangan Urut Nomor 5 Salehan-Effan kemarin.

Sementara itu, visi dan misi keseluruhan calon masih berbicara terkait peningkatan kesejah terahan masyarakat kabupaten Seluma. Dengan peningkatan sarana pertanian, sarana akses jalan, serta pemerataan pembangunan. Serta peningkatan SDM dari keseluruhan PNS hingga kades. Seperti yang disampaikan oleh pasangan nomor urut 3 Hj Rosnaini Abidin SSos- Yuliswan SH.

“Hal yang pertama akan dilakukan membenahi permasalahan aset seluma yang tercatat dan masih dikuasai oleh mantan penjabat. Sembari meningkatkan sarana dan prasarana di kabupaten Seluma,” tegas Hj Rosnaini Abidin.

Sementara itu, perdebatan semakin memasas ketika masing-masing calon menyampaikan pertanyaanya. Seperti pada Pasangan nomor urut 4 Herwan Effendi SSos- Wandi SSos. Dalam kesempatan tersebut mempertanyakan disampaikan ke pasangan nomor urut 1 Mufran Imron SE – Drs Gustianto.

Alasan lambanya penyerapan anggran yang dilakukan pemerintah Seluma selama 2 tahun kebelakang. Dengan gamblang pasangan nomor urut 1 Mufran Imron SE- Drs Kustianto menegaskan jika hal tersebut lantaran seluruh pembangunan dan perencanaan di gabugkan dalam satu paket. Serta sejumlah temuannya selaku wakil bupati Seluma saat itu telah disampaikan ke Bupati Seluma. Hal ini disesuaikan dengan tupoksinya sebagai wakil Bupati Seluma.

“Tugas saya hanya mengingatkan Bupati Seluma saat itu, sehingga sejumlah permasalahan telah saya sampaikan ke Bupati, Sehingga bupati Selumalah yang bisa bertindak atas kelambanan penyerapan anggran,” ujarnya.

Terpisah, pelaksanaan debat kendidat sendiri dilakukan di aula PGRI dengan masing-masing calon diperbolehkan hanya membawa 10 orang tim pemenanggan. Sehingga hanya lima pasangan calon bersama dengan tim pemenangan yang diperbolehkan masuk. Sedangkan simpatisan hanya diperbolehkan berada di luar aula. Namun dalam berjalannya waktu debat kendidat tersebut suasana berubah gaduh setelah seluruh peserta yang berada di dalam aula tersebut kepanasan.Sedangkan di luar aula gedung PGRI hanya dilengkapi dengan satu unit televisi berukuran kecil yang dipasang diluar ruangan.

Selain itu masyarakat secara umum tidak bisa menyaksikan pelaksanaan debat kandidat. Serta penyampaian visi dan misi seluruh pasangan calon. Karena diluar ruangan pelaksanaan debat hanya dihadiri oleh puluhan perwakilan masyarakat. Selain itu, sejumlah penelis dari kalangan universitas bengkulu tidaklah hadir dalam pelaksanaan. Melainkan hanya menitipkan pertanyaan kepada pembawa acara dari Dosen IAIN Bengkulu. kapasitas ruangan yang tidak terlalu besar. “Seluruh pasangan calon sudah menyampaikan visi dan misinya kemudian melaksanakan debat publik dengan baik,”tegas anggota KPU Divisi Hukum dan Pengembangan SDM, Drs Supratman Terlepas dari itu, pelaksanaan debat kendidat sendiri mendapat pengawalan ketat dari kepolisian. Termasuk dari Sat Samapta Polda Bengkulu dan Sat Brimob Polda Bengkulu. Bahkan satu persatu mendapatkan pemeriksaan menggunakan leydetektor.

“Pengamanan ini sudah menjadi keharusan agar berjalan lancar dan aman,” singkat tegas Kapolres Seluma AKBP Joko Sadono SIK SH MH didampingi Wakapolres Kompol Gunar Rahadiyanto SIK MH kemarin siang.(333)