Libur Pemkot Dikritik

BENGKULU, BE – Seringnya Pemerintah Kota Bengkulu libur pada hari terjepit seperti Sabtu besok (19/5) menuai kritikan dari aktivis mahasiswa Bengkulu. Mahasiswa menilai dengan meliburkan PNS di lingkungan Pemkot pada hari terjepit merupakan sebuah tindakan yang tidak pro rakyat, karena pelayanan untuk rakyat menjadi terhambat. Padahal cuti bersama dalam kalender hanya sampai Jumat (18/5). “Kalau walikota mengambil kebijakan menambah libur pada hari terjepit, berarti walikota sendiri yang melanggar janjinya untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada rakyat,” kata Ketua BEM REMA UMB, Sony Taurus.Ia mengatakan semestinya walikota hanya meliburkan PNS pada hari libur nasional dan cuti bersama, karena jika libur, maka masa kerja PNS hanya 3 hari dalam minggu ini dan itu sangat tidak efektif untuk melayani masyarakat yang memiliki banyak kepentingan. Sony menjelaskan, pada hari kerja seperti Senin-Kamis jam kerja PNS sangat singkat karena pukul 13.45 WIB sudah pulang, jika ditambah dengan libur pada hari terjepit, maka waktu libur semakin banyak untuk PNS, sedangkan PNS lainnya seperti guru dan tenaga kesehatan dan petugas pemadam kebakaran hanya libur pada hari Minggu dan hari libur Nasional saja. “Ini kan tidak adil antara PNS di suatu bidang dengan bidang yang lainnya, kita tahu bahwa PNS di kantoran kerjanya jauh lebih ringan dibanding guru dan tenaga kesehatan, atau PBK tapi mendapat perlakukan yang berbeda dari kepala daerah,” terangnya. Dikonfirmasi, Sesda Kota Bengkulu Drs H Rusli Zaiwin MM mengatakan libur pada hari terjepit merupakan sudah ketentuan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Men-PAN), sedangkan pihaknya hanya mengikuti aturan tersebut. “Libur ini sudah ketentuan dari Men-PAN, jadi bagi pelayanan seperti guru, tenaga kesehatan dan pemadam kebarakaran tetap masuk kerja,” katanya. Ia menjelaskan, pelayanan selain pendidikan, tenaga kesehatan dan kebakaran dibolehkan libur karen tidak bersifat mendesak dan harus, sehingga boleh libur dan kembali memberikan pelayan setelah hari libur tersebut. Ia juga mengungkapkan, semestinya libur hanya 2 hari, yakni Kamis dan Jumat, namun walikota mengambil kebijakan lain dengan menetapkan libur hingga hari Sabtu (19/5). Karena Sabtu tersebut merupakan hari terjepit. (400)