Lestarikan Budaya, Cinta Kebangsaan

RIO/Bengkulu Ekspress
WAYANG KULIT: Kadis Dikbud Provinsi Bengkulu Budiman Ismaun yang juga sekaligus bersama tokoh Jawa Bengkulu Suharto memukul gong tanda dibukanya acara pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon “Pendowo Bangun Kerajaan” bersama Dalang kondang Bayu Aji di Plaza Stadion Semarak Sawah Lebar, Sabtu (15/9).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pagelaran wayang kulit dijadikan Pemerintah Provinsi Bengkulu sebagai sarana untuk melestarikan nilai budaya dan cinta nilai-nilai kebangsaan. Bahkan, Pemprov Bengkulu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu menjadikan wayang kulit sebagai salah satu cara untuk menjaga nilai-nilai kerukunan masyarakat di Bengkulu.

Plt Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, H Budiman Ismaun MPd mengatakan, ditengah gencarnya modernisasi, generasi muda lebih mengenal kebudayaan barat daripada kebudayaan asli Indonesia.

Lebih sering meniru budaya barat daripada berupaya menjaga kebudayaan milik sendiri. Hal itu dinilainya berbahaya bagi kebudayaan Indonesia. Jika dibiarkan maka kebudayaan asli Indonesia akan habis.

“Kebanyakan yang bermain wayang adalah orang-orang tua. Nah kalau pagelaran wayang tidak sering-sering digelar, kalah dengan konser-konser musik atau budaya barat maka lama-lama budaya asli Indonesia akan habis. Maka pagelaran wayang ini sebagai langkah untuk menjaga kelestarian budaya kita,” kata Budiman, pada saat membuka Pagelaran Wayang Kulit di Halaman Stadion Sawah Lebar Kota Bengkulu, Sabtu (15/9) malam.

Belum lagi pada 7 November 2003 silam, UNESCO juga telah menetapkan wayang kulit sebagai salah satu warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia. Untuk itu, masyarakat Indonesia khusunya Bengkulu harus bangga bisa memiliki kebudayaan yang telah diakui dunia. Bahkan di Bengkulu Tabut Bengkulu juga telah masuk salah satu warisan bidaya yang diakui dunia.

“Kita harus bangga dengan kebudayaan sendiri, jangan mengambil budaya barat yang jauh dari nilai-nilai budaya Indonesia. Makanya, kita dapat mengambil budaya dari pagelaran wayang kulit ini,” tegas Budiman.

Pagelaran wayang kulit dengan lakon Pandawa Membangun Kerjaaan ini dihadiri Ketua Paguyuban Masyarakat Jawa Bengkulu (PMJB) dan Ikatan Pemuda Jawa Bengkulu (IPJB) serta diikuti ratusan masyarakat Bengkulu baik dewasa maupun anak-anak untuk menyaksikannya gelaran wayang dengan dalang Bayu Aji Pamungkas dari Kota Solo, Jawa Tengah.

RIO/Bengkulu Ekspress
WAYANG KULIT: Dalang kondang Bayu Aji memainkan lakon “Pendowo Bangun Kerajaan” dalam pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang digelar Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu di Plaza Stadion Semarak Sawah Lebar, Sabtu (15/9).

Wakil Ketua II DPRD Provinsi, Suharto MBA mengatakan sengaja mengundang Dalang Ki Bayu Aji Pamungkas dari Solo, karena menurutnya Bayu Aji mampu membawakan pagelaran wayang dengan baik dan menghibur. Karena selain menghibur, wayang memiliki nilai-nilai dan nasihat yang baik dalam setiap lakonnya. Namun jika terkesan kaku dan monoton maka generasi muda akan jenuh. “Kami sengaja menghadirkan mas Bayu Aji ke Bengkulu agar menarik dan bagus serta menghibur saat disaksikan masyarakat banyak,” terang Suharto.

Selain itu, pagelaran wayang kulit juga merupakan budaya Indonesia yang penting dilestarikan. Bahkan dirinya dalam setahun ini sudah tiga kali mengelar pagelaran wayang kulit, dengan tujuan untuk melestarikan budaya dan juga mempererat tali silaturahmi. “Saya berharap wayang kulit bisa lestari di Bengkulu,” tutupnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Seluma, Drs Suparto MSi, yang juga hadir menyaksikan pagelaran wayang kulit ini mengaku bangga dan berterimakasih kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu karena bisa menghadirkan pagelaran wayang kulit bagi masyarakat Bengkulu. Selain itu, dirinya juga bangga karena kebudayaan masyarakat Jawa di Bengkulu dihargai.

“Saya ucapkan terimakasih banyak kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu karena bisa menghadirkan pagelaran wayang kulit bagi masyarakat di Bengkulu,” tutupnya.(999)