Leni Gandeng Sudoto

BENGKULU, BE – Siapa tokoh-tokoh yang akan bertarung di gelanggang Pilwakot sudah semakin terang benderang. Politisi asal Demokrat, Leny Jhon Latief memutuskan untuk berpasangan dengan birokrat berdarah Jawa, Ir Drs H Sudoto MPd. Leny tercatat sebagai kandidat yang terakhir memutuskan siapa pasangannya. “Alhamdulilah, sekarang sudah final berpasangan dengan pak Sudoto,” kata Leny kepada BE, kemarin. Ia mengungkapkan menjatuhkan pilihannya pada Ketua Paguyuban Masyarakat Jawa Bengkulu (PMJB) Provinsi itu atas berbagai pertimbangan. Pastinya hasil kajian tim kemenangan semakin terbuka lebar setelah keputusan untuk berduet dengan Sudoto. “Pertimbangannya karena pak Sudoto itu memiliki karakter jiwa pemimpin, belum pernah bersentuhan dengan hukum. Selain itu memiliki pengalaman politik yang luas, memiliki massa, dan kalah pentingnya tentu memiliki visi dan misi yang sama untuk membangun Kota Bengkulu 5 tahun mendatang,” ungkapnya.

Ia menjelaskan setelah final berpasnagan tersebut, ia pun berencana mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mendaftarkan diri pada Minggu (10/6) lusa sekitar pukul 13.00 WIB. Namun sebelum mendaftar tersebut, ia berencana menggelar deklarasi resmi berpasangan di kediaman Leny di Jalan Cendana Kelurahan Tanah Patah, Kota Bengkulu. “Ya sebelum berangkat ke KPU, kami akan berdeklarasi dulu dengan menghadirkan sesepuh, parpol pengusung, keluarga dan simpatisan lainnya,” bebernya. Mengenai parpol pengusung, ia mengaku sudah tidak perlu dikhawatirkan lagi. Dukungan dari beberapa partai, seperti PIB memiliki 1 kursi, PKB 1 kursi, PPP 2 kursi, Partai Pelopor 1 kursi, dan 8 partai non parlemen. “Kalau masalah perahu sudah aman, bahkan kami sudah kelebihan,” akunya. Ia juga optimis dapat memenangkan Pilwakot. Selain yakin mendapat dukungan dari beberapa partai pendukungnya, juga mendapatkan dukungan dari massa Sudoto dalam Pilgub beberapa tahun silam. “Ya kita optimis dapat memenangkan pertarungan ini, karena kita tahu pak Sudoto juga memiliki massa yang tidak sedikit,” sampainya. Sementara itu ketika dikonfirmasi, Sudoto tidak membantah dirinya berduet dengan Leny Jhon Latif. Ia pun menyampaikan siap untuk membantu Leny untuk membangun Kota Bengkulu yang jauh lebih baik. “Kalau memang diminta, saya pun siap demi kemajuan Kota Bengkulu, kota yang kita cintai ini,” ucapnya.

Edison Legowo
Di bagian lain, berlabuhnya Demokrat bersama pasangan Helmi Hasan dan Patriana Sosialinda tak membuat kecewa Ketua DPC Demokrat Kota Bengkulu H Edison Simbolon SSos MSi. Politisi yang kini menjabat Wakil Walikota ini mengaku legowo dengan keputusan yang diambil DPP Demokrat tersebut. Ia menilai keputusan tersebut diambil berdasarkan berbagai pertimbangan baik dari DPC, DPD maupun dari DPP. Karena urung mencalonkan diri, menurutnya bukan akhir dari segala-galanya. “Keputusan ini berdasarkan berbagai pertimbangan, mungkin ada hikmah dibalik semua ini. Kalau pun saya paksakan untuk mencalon mungkin saya tidak menang,” katanya saat dihubungi malam tadi. Ia menjelaskan ada hal yang jauh lebih penting dari sekedar mencalonkan diri untuk maju, yakni terbangun komitmen yang pokok antara PAN dan Demokrat, sehingga kedepannya 2 partai besar ini selalu berkoalisi, baik ditingkat cabang maupun di tingkat pimpinan pusat. “Kita menyerahkan perahu ini tentu ada komitmen besar yang kita lakukan, untuk itu saya memberikan kesempatan ke Helmi-Linda untuk maju kali ini. Biarlah saya dibelakangan namun pasti,” bebernya. Ia mengaku dengan diusungnya Helmi – Linda oleh DPP Demokrat, bukan berarti dirinya tidak mendapat restu dari ketua DPP. Melainkan karena sudah ada komitmen untuk meraih yang lebih besar pada masa mendatang. “Kalau tidak ada komitmen dan perhitungan yang jelas, tentu kami tidak memberikan partai ini kepada siapapun hanya dengan sia-sia,” sampainya. Terkait keputusan tersebut, ia mengaku siap untuk memperjuangkan pasangan Helmi-Linda untuk meraih kemenangan dalam pertarungan ini. Karena ia sebagai katua DPC dan telah mengikrarkan janji yang sangat jelas dengan PAN, maka ia pun tidak mau menodai perjanjian tersebut. “Dalam berpolitik warna kita harus jelas, kalau DPP telah memberikan dukungan maka harus diikuti semua kadernya, sekali kita berkhianat selamanya kita tidak dipercayai orang,” paparnya. Namun sikap Edison itu tak bisa diikuti semua kader Demokrat. Setelah keputusan mengusung Helmi-Linda, tak sedikit pula kader yang lesu sebab mereka berharap ada kader yang diusung. Soalnya Demokrat memiliki kuota 5 kursi yang mampu mengusung sendiri kandidat tanpa harus berkoalisi. “Ya lesulah, meski kami hanya staf. Masak, Partai Demokrat yang bisa mengusung calon sendiri harus mengusung calon dari partai lain,” ujar salah seorang kader Demokrat. Kantor DPD Partai Demokrat kemarin terlihat tampak sepi. Tidak ada sambutan suka cita terhadap keputusan DPP Demokrat tersebut. Padahal, informasinya kader-kader Demokrat telah menyusun strategi memenangkan pasangan Dian Syahroza-Suharto. “Sebenarnya kami sudah siap memenangkan Dian-Suharto. Tapi, dengan keputusan seperti ini, ya tidak tahulah, bagaimana nanti. Yang jelas kami sangat lesu,” ujarnya. Sekretaris DPD Demokrat Ahmad Ismail mengatakan hingga saat ini belum bisa dikatakan keputusan mengusung Helmi-Linda final. Ia juga merasa tidak yakin dengan keputusan tersebut. Sebab hingga saat ini belum mendapatkan surat rekomendasi mengusung Helmi-Linda yang ditandatangani DPP Demokrat. “Kita cek dulu suratnya. Apa benar itu, sudah ditanda tangani belum,” kata Ismail.

Anggota Tim 9 dari DPD Demokrat hingga tadi malam masih berusaha menggoyang keputusan DPP Demokrat. Dian-Suharto masih diperjuangkan agar menjadi calon yang diiusung Demokrat. “Sampai saat ini belum ada suratnya. Sebelum ada suratnya (Rekomendasi)yang ditandatangani Ketua Umum DPP dan Sekjen, ya masih bisa berubah. Sejauh ini kami masih berupaya memperjuangkan Dian-Suharto,” ujar anggota Tim 9 dari DPD Demokrat Ir Firdaus Djailani, kemarin. Tetapi, bila keputusan DPP Demokrat sudah final, lanjut Firdaus, ia mengatakan pihaknya tidak berani menentang keputusan tersebut. “Yang jelas, sekarang ini kami belum mendapatkan surat resmi rekomendasi itu. Kita lihat saja bagaimana akhirnya,” ujarnya. Dari informasi yang berhasil digali, hingga saat ini Plt Ketua DPD Demokrat tidak secara tegas bersedia dicalonkan. Hal tersebut menjadi pertimbangan bagi DPP.”Ibu Dian itu tidak secara tegas bersedia dicalonkan. Salah satu pertimbangannya, kalau beliau jadi (Dian) maka posisi di DPR RI akan jatuh ke tengan Dinmar Najamudin (Adik kandung Agusrin), yang selama ini bermusuhan,” ucap sumber yang minta tidak disebutkan namanya tersebut.

Pengajian
Disisilain, hari ini pasangan Helmi-Linda yang akan diusung koalisi PAN, Golkar, Demokrat, Gerindra dan PBNKI, sekitar Pukul 16.00WIB nanti akan mendaftarkan diri ke KPU Kota Bengkulu. Sebelumnya, setelah salat Jum’at, Helmi dan Linda menggelar pengajian dan zikir bersama masyarakat di Masjid Raya Baitul Izah. Pengajian tersebut akan menghadirkan ustad terkemuka dari Jakarta yakni KH A Raodl Bahae dan KH Ahmad Rizal. “Sebenarnya aktivitas pasangan calon (Helmi-Linda) mulai subuh besok (Hari ini) dengan menyapa pedagang di Pasar Subuh. Kemudian Pukul 08.00WIb akan mengunjungi panti jompo,” ujar Wakil Sekretaris DPW PAN Dempo Xler, kemarin (7/8). Helmi Hasan sendiri mengatakan dengan banyaknya partai koalisi mengusung pasangan Helmi-Linda, berarti pembangunan di Kota Bengkulu akan semakin terwujud. “Program pemberian modal bagi masyarakat dan menciptakan lapangan pekerjaan juga akan terwujud,” katanya.

Jaya Marta Ambil Formulir

Kemarin, tim Jaya Marta mendatangi KPU Kota Bengkulu untuk mengambil formulir. Menariknya saat mengisi blanko justru posisi kolom walikota dibiarkan kosong. Ini artinya Jaya Marta mematok di posisi wakil. Ini menjadi pertanyaan dengan siapa Jaya Marta bergandengan. Mengingat posisi mayoritas parpol sudah menentukan pilihan jagoannya.

Ita Jamil Mendaftar
Di bagian lain, hari ini sekitar pukul 10.00 WIB pasangan kandidat Ita Jamil-Tarmizi Gumay SH MH akan menyerahkan berkas pencalonan sekaligus mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu. “Ya besok (pagi ini,red) pasangan Ita Jamil-Tarmizi Gumay akan mendaftar, semua berkas dan persyaratan lainnya telah disiapkan,” kata wakil Sekretaris DPD PDIP, HM Sidonaris. Ia mengatakan pada pendaftaran ini pihaknya tidak terlalu banyak mengarahakn massa. Melainkan orang-orang terdekat dan simpatisan saja. “Kami tidak mengerahkan massanya tidak terlalu banyak, mungkin hanya beberapa mobil dan motor saja,” bebernya.(100/140/160)