Lembak Punya 2 Koramil Baru

SEMATKAN: Dandim 0409 RL menyematkan secara simbolis tanda peserta apel Babinsa dan Danramil, yang diikuti 180 personil TNI selama dua hari di Aula Makodim. foto: OKTA/BE
SEMATKAN: Dandim 0409 RL menyematkan secara simbolis tanda peserta apel Babinsa dan Danramil, yang diikuti 180 personil TNI selama dua hari di Aula Makodim.
foto: OKTA/BE

CURUP, BE – Untuk menjaga keamanan di jalan lintas Curup-Lubuklinggau yang kerap dijadikan lokasi perampokan, Kodim 0409 Rejang Lebong memastikan akan membangun kantor Koramil baru pada tahun 2013 mendatang. Hal itu ditegaskan Dandim 0409 RL Letkol Inf Yanto Kusno Hendarto usai membuka apel Danramil dan Babinsa di Aula Makodim, Kamis (20/12). “InsyaAllah sudah dipastikan akan ada bantuan dari provinsi melalui anggaran 2013, kalau di RL kita tidak tau karena katanya saat ini sedang dalam pembahasan APBD,” ungkap Dandim.

Jika pembangunan kantor Koramil tersebut memang didukung pemerintah, Dandim menegaskan rencana pembangunan diantaranya Koramil Sindang Kelingi yang akan berlokasi di Desa Cahaya Negeri, kantor Koramil berikutnya akan dibangun di Binduriang tepatnya di Desa Simpang Beliti.

“Tahun 2013, kita juga akan menempatkan dua personil TNI sebagai Babinsa di wilayah Binduriang, masing-masing dua orang anggota. Tahun depan semuanya kita targetkan sudah terlaksana,” tegas Dandim.

Sementara itu, dalam apel Danramil dan Babinsa, Yanto menegaskan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Apel Dandim se Indonesia.  Kegiatan itu lebih mengedepankan penekanan pimpinan TNI AD terkait isu nasional yang mengancam keutuhan NKRI, yakni konflik sosial yang harus diwaspadai dan segera diantisipasi karena jika dibiarkan, contohnya dibeberapa daerah sudah menganggu kegiatan ekonomi masyarakat, keamanan dan kesejahteraan masyarakat.

“Babinsa dan Danramil harus bisa mendeteksi konflik sosial, dan sedini mungkin melakukan langkah yang tepat dan cepat agar konflik tidak menimbulkan dampak lebih parah,” tegas Dandim.

Kabupaten RL, Lebong, dan Kepahiang bukan tidak memiliki embrio konflik sosial, terkait perbatasan, agraria atau soal pertanahan, bahkan konflik SARA (suku, agama dan ras). “Salah satunya di Kepahiang kemaren, ada rumah yang mau dijadikan rumah ibadah, namun tidak didukung masyarakat sekitar, Alhamdulillah konflik tersebut tidak sempat menjadi adu fisik,” ungkap Dandim. (999)