Lemang Tapai Tetap Eksis Warnai Dunia Kuliner di Bengkulu

Rina/BE
Eli Ismi, pedagang Lemang Tapai di Jl. Sungai Rupat Kota Bengkulu, Selasa (2/2)

BENGKULU, BE – Salah satu kuliner Bengkulu yang tak pernah kalah enak adalah lemang tapai. Kuliner yang terbuat dari beras ketan yang dimasak menggunakan bambu dan dengan cara di bakar tetap eksis warnai dunia kuliner.
Salah satu pedagang lemang tapai di Jalan. Sungai Rupat Eli Ismi (52) menjelaskan, bahan dasar lemang terbuat dari beras ketan putih dan beras ketan hitam bahan dasar tapainya.
Rasanya yang lezat membuat lemang tapai tidak diragukan lagi dari dulu sampai sekarang. Perpaduan rasa asin, manis, asam yang ada di dalamnya membuat makanan ini kian digemari.
“Rasanya juga kan sangat enak dan khas gitu, jadi banyak yang suka dari dulu sampai sekarang. Pembuatannya juga tidak rumit,” jelasnya kepada BE, Selasa (2/2)


Diakuinya, runtutan pembuatan lemang tapai diawali dengan mencuci beras ketan, lalu dimasukan ke dalam ruas bambu muda yang terlebih dahulu dalamnya dilapisi dengan daun pisang.
Setelah itu, barulah dituangkan santan ke berasnya dan di bakar dengan bara api selama 2 jam. Kemudian untuk tapainya beras ketan hitam dicampur dengan beras ketan putih agar rasanya tidak terlalu pahit.
“Saya sudah dari tahun 2005 jualan lemang tapai ini, dan alhamdulillah sampai saat ini masih sangat digemari oleh masyarakat,” tuturnya.
Kuliner ini masih tetap digemari oleh masyarakat walaupun sudah banyak jenis kuliner lain di zaman sekarang. Satu hari pedagang bisa menjual lemang sebatang 20 batang dengan bahan beras ketan 6 cupak dan 2 kg kelapa. Pembeli biasanya ramai membeli makanan ini pada hari libur seperti hari sabtu dan minggu.
“Sekarang memang lagi corona, jadi yang beli lemang itu cuman sedikit sekarang dan orang-orang kan biasanya nyari lemang tu pas pulang dari pesta,” jelasnya.
Setelah pandemi Covid-19, pendapatan pedagang lemang tapai sedikit menurun karena sepi pembeli. Pembeli biasanya memburu makanan ini pada saat pulang dari pesta. Namun setelah ada larangan untuk mengadakan pesta yang menimbulkan kerumunan, pembeli lemang tapai pun sedikit berkurang.
“Bukan cuman orang kita aja yang sering beli bahkan orang luar Bengkulu pun sering beli lo,”tutupnya.
Masyarakat Bengkulu sangat menggemari kuliner ini dari generasi ke generasi. Tidak hanya di Bengkulu saja bahkan masyarakat dari luar kota Bengkulu pun sering membeli kuliner ini. Pedagang lemang tapai berharap kuliner ini tetap ada dan akan menjadi sejarah di Kota Bengkulu. (Mg.4)