Lelang Mess Pemda Akhir Januari

DENDI - Mess Pemda Provinsi Bengkulu yang dibangun sejak 2007 lalu, namun hingga saat ini belum difungsikan (1)

BENGKULU, BE – Lelang pengelolaan Mess Pemda Provinsi Bengkulu kepada pihak ketiga molor dari waktu yang direncanakan.  Sebelumnya Pemprov merancang lelang ini akan dilakukan Desember ini, namun rencana itu diundurkan menjadi akhir Januari  2015 mendatang.
Mundurnya pelaksanaan lelang ini dikarenakan konsultan penghitung nilai aset Mess Pemda tersebut baru akan menyelesaikan tugasnya pertengahan Desember ini.
Setelah tim konsultan mendapatkan nilainya, maka tim dari Pemerintah Provinsi Bengkulu yang terdiri dari Kepala Biro Perekonomian, Biro Administrasi Pemerintah dan Biro Umum akan mengevaluasi  hasil penghitungan tersebut untuk mendapatkan nilai sewa atau kontrak yang dikenanakan kepada pihak pengelolanya nanti.
“Pertengahan Desember ini konsultan penilai aset itu baru menyelesaikan tugasnya, setelah itu belum bisa serta-merta kita lelang, melainkan harus dievaluasi terlebih dahulu,” kata Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Bengkulu, Ismed Lakoni SE usai paripurna di DPRD Provinsi Bengkulu, siang kemarin.
Menurut Ismed, sebelum pihak konsultan menyerahkan hasil penghitungannya, maka Pemerintah Provinsi Bengkulu sebagai pemilik aset pun belum bisa memperkirakan nilai atau sewa yang akan ditawarkan kepada pengusaha yang akan mengelolanya. Karena dalam penghitungan itu juga terdapat kewajiban pengelola untuk melengkapi fasilitas di bangunan itu, seperti pembuatan kolam renang, lift dan beberapa fasilitas pendukung lainnya.
Perjanjiannya pun jelas, bila kontrak berakhir maka semua fasilitas tambahan itu akan menjadi miliki Pemerintah Provinsi Bengkulu, bukan milik pengelola aset.
Ismed menyebutkan, Mess Pemda tersebut dirancang akan diserahkan pengelolaannya kepada pihak ketiga dengan sistem kontrak jangka panjang, yakni untuk tahap pertama dikontrak selama 30 tahun dengan evaluasi dilakukan setiap 5 tahun sekali.
“Kontrak selama 30 tahun itu bisa berubah bila hasil evaluasi setiap 5 tahunnya dianggap perlu dilakukan,” ucapnya.
Ditanya mengenai jumlah pengusaha hotel yang berminat mengelolanya, Ismed mengaku masih seperti sebelumnya, yakni ada 7 pengusaha perhotelan.
Ketujuhnya adalah Syahid Hotel, Aston Hotel, Sekotong Group, Horizon Hotel, Sarton Hotel dari Jakarta, dan dua  pengusah hotel lainnya berasal dari Bandung.
“Hingga saat ini masih 7 proposal yang masuk ke kita yang berisi tentang penawaran. Itu baru presentase umum atau begitu mendetail karena kita sendiri belum memiliki dasar untuk menetapkan besaran sewanya,” imbuhnya.
Meski mengaku belum ada gambaran mengenai nilai kontraknya, Ismed mengaku pengelolaan Mess Pemda tersebut bertujuan agar bisa berkontribusi memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu. Karena itu antara Pemda dan pengelola harus sama-sama diuntungkan.
“Konsepnya sama-sama diuntungkan, karena buka kerjasama namanya jika hanya menguntungkan salah satu pihak saja,” pungkasnya.(400)