Lelang GNOTA Hasilkan Rp 143 Juta

KARANG TINGGI, BE- Kegiatan Gerakan Nasional Orang Tua Asuh, kemarin berlangsung di kabupaten Benteng. Acara dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Benteng. Acara dibuka Bupati H Ferry Ramli, SH. Dihadiri Ketua GNOTA Kabupaten Benteng, Hj Elvita Ferry, beserta Ketua DPRD Suharto, SE, Sekda Drs H Darmawan Yakoeb, jajaran pemerintahan, Kepala SKPD, serta perwakilan siswa SD, SMP dan SMA sederajat se kabupaten Bengkulu Tengah.

Dalam acara tersebut dilakukan “pelelangan” sumbangan para Kepala SKPD, unsur pemerintahan, dan MKKS, Forum Kepala Sekolah. Hasil pelelangan itu terkumpul uang senilai Rp 143 juta.

”Uang ini akan disumbangkan ke Program GNOTA, khususnya pemberian bantuan pada anak asuh GNOTA,” ujar Ketua GNOTA Benteng, Elvita Ferry.

Dalam acara itu Bupati Ferry Ramli menyumbang Rp 15 juta, Ketua DPRD Suharto Rp 10 Juta, dan Wabup M Sabri, Rp 10 Juta, dan Ketua GNOTA Benteng,Elvita Ferry Ramli Rp 5 juta. Ditambah Masing-masing SKPD dan Para Kabag Rp 1 juta.
Dalam sambutannya,Ketua GNOTA Elvita Ferry Ramli menyatakan, bakal menyerahkan bantuan itu kepada anak asuh GNOTA sebanyak 351 siswa, terdiri atas 168 siswa SD, 168 siswa SMP, dan 128 siswa SMA. Dari jumlah itu, 19 siswa SD, 68 siswa SMP, dan 65 siswa SMA akan mendapat bantuan GNOTA Provinsi.

“Untuk SD Rp 180 ribu persiswa, Rp 300 ribu persiswa untuk tingkat SMP/SMA, bantuan dari GNOTA Provinsi, sedang GNOTA Kabupaten Benteng, Rp 200 ribu per siswa SD, Rp 300 ribu per siswa SMP, dan Rp 300 ribu persiswa SMA,” jelas Hj Elvita.
Penerimaan beasiswa GNOTA itu lanjutnya akan diseleksi Dikporabud. Dana bantuan GNOTA tersebut bersumber dari dana Hibah Pemkab Benteng Tahun 2012.

Sementara Bupati Bengkulu Tengah H Ferry Ramli, SH berpesan agar penyaluran bantuan ini betul-betul tepat sasaran, dan sesuai kriteria yang ditentukan. Sehingga siswa penerima dapat melanjutkan wajib belajar Dikdas 9 tahun secara berkesinambungan. “Kepada pimpinan perusahaan kami juga berharap kiranya ada kepedulian dan berminat menjadi orang tua asuh secara sukerela, memberikan bantuan agar mereka siswa asuh dapat menyelesaikan pendidikan dasar formalnya sampai tamat,” tekan Ferry. (122)