Legenda VS Scoopy, Pelajar Terluka

ilustrasi-kecelakaan-sepeda-motor_20180212_105008
Foto : IST

KOTA MANNA, Bengkulu Ekspress – Para Pengendara bermotor diharapkan selalu berhati-hati saat berkendaraan. Sebab jika tidak, bisa terjadi kecelakaan. Seperti yang dialami Try Helvina Maharani (16) pelajar SMAN 2 Bengkulu Selatan, warga jalan Puyang Sakti, Kota Manna dengan Supardi (69) pensiunan ASN warga jalan A Yani, Kota Manna.

Pasalnya sepeda motor yang dikendarai Try Helvina Honda Scoopy BD 2039 MD bertabrakan dengan sepeda motor Honda Legenda BD 6075 BM yang dikemudikan Supardi. Beruntung dalam kecelakaan tersebut tidak ada korban jiwa. Namun kedua korban mengalami luka lecet. Bahkan pelipis Try juga terluka hingga mengeluarkan darah segar.

Kapolres Bengkulu Selatan, AKBP Rudy Purnomo SIK MH melalui Kasat Lantas, AKP Kusman Jaya SH didampingi Kanit Laka, Bripka Rusmantoni mengatakan, laka lantas tersebut terjadi Kamis (23/8) sekitar pukul 06.45 WIB di jalan Raya Kolonel Berlian, Kota Manna. Adapun kondisi jalan lurus dan licin, sedangkan cuaca pagi sedang cerah.



Kronologis kejadian berawal, Sepeda Motor Legenda yang dikemudikan Supardi berjalan dari arah Pos Lantas Kutau ke arah Simpang Rasuwi, sedangkan sepeda Motor Scoopy beralan dari arah yang sama. Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), Sepeda motor legenda berbelok ke arah kiri jalan. Namun disaat bersamaan, datang dari belakang sepeda motor Honda Scoopy.

Melihat sepeda motor Legendsa ada di depannya, pengendara Scoopy tidak mampu lagi mengendalikan laju kendaraannya, sehingga Scoopy menambrak sepeda motor yang ada di depannya. Akibatnya ke kedua sepeda motor sama-sama terbalik.

Akibat kejadian tersebut, Try Helvina mengalami luka pada pelipis kiri dan luka lecet pada bagian betis kiri, dirinya sempat dirawat di rumah sakit Asy Syifa, sedangkan Supardi mengalami luka lecet pada kening sebelah kiri dan jempol kaki kiri. “ Kedua korban saat ini kondisinya sudah membaik, kedua sepeda motor kami amankan di Polres Bengkulu Selatan untuk proses lebih lanjut,” demikian Rusmantoni. (369)