Lebong Tidak Miliki Destana

LEBONG, Bengkulu Ekspress –Meskipun msuk menjadi daerah rawan bencana yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Lebong, namun belum memiliki Desa Aman Bencana(Destana).
Kabupaten Lebong yang memiliki 12 Kecamatan yang seluruhnya masuk kedalam katagori daerah rawan bencana. Mulai dari bencana tanah longsor, banjir, kebakaran lahan, angin puting beliung hingga gempa bumi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Fakhrurrozi SSos MSi melalui Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan, Tantawi SP mengatakan, bahwa belum adanya desa ditunjuk sebagai wilayah aman bencana karena terkendala minimnya anggaran.

“Memang hingga saat ini belum ada desa dan kelurahan yang telah ditunjuk sebagai wilayah tanggap bencana,” jelasnya, kemarin (29/09).

Hanya desa yang ada di Kecamatan Lebong Utara yang baru mengikuti sosialisasi masalah Destana yang sebelumnya dilaksanakan pihak BPBD Provinsi Bengkulu. Itu baru sebatas sosialisasi dan belum ditunjuk sebagai Destana. “Hanya Lebong yang hingga saat ini belum memiliki Destana,” sampainya.



Ditambahkan Tantawi, Destana memang sangat dibutuhkan, terutama pada daerah yang rawan bencana. Dengan adanya Destana, maka setiap masyarakat akan lebih siap menghadapi bencana yang bisa datang kapanpun. “Kita merupakan wilayah yang rawan bencana dan memang sangat dibutuhkan desa yang tanggap bencana,” ujarnya.

Setidaknya ada 9 program yang harus dilakukan setiap desa yang ditunjuk sebagai Destana dengan membuat analisis resiko. Yaitu mendirikan forum relawan, membuat peta ancaman, kerentanan dan kapasitas. Kemudian membuat jalur evakuasi dan jalur ekonomi untuk pembiayaan pasca bencana, rencana aksi komunikasi, rencana konttikensi desa. “Semua program harus ada pada desa, sehingga destana bisa terwujud,” ucapnya.

Untuk itulah, pada tahun 2020 mendatang pihaknya akan kembali mengusulkan anggaran untuk melakukan pembentukan Destana. Pihaknya sangat mengharapkan anggaran untuk membentuk Destana di setiap desa rawan bencana bisa terwujud. “Sebelumnya telah kita anggarkan namun tidak diakomodir, ” tutup Tantawi.(614)