Lebong Dapat Bantuan Bibit Padi

Bupati Lebong Kopli Ansori==

LEBONG,bengkuluekspress.com– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong dalammenarik dana pusat untuk Kabupaten Lebong mulai menunjukan hasil. Hal ini terlihat di tahun 2021 ini, melalui dana tugas perbantuan (TP) tahun 2021 dari Kementrian Pertanian, Kabupaten Lebong mendapatkan bantuan bibit padi yang diperuntukan untuk sawah seluas 3.500 hektar.
Bupati Lebong, Kopli Ansori mengatakan, untuk bantuan bibit padi yang nantinya akan didapat Kabupupaten Lebong akan disalurkan kepada masyarakat petani yang telah tergabung kedalam kelompok tani (Poktan) sesuai instruksi dari Kementrian Pertanian.
“Nanti setiap Poktan akan mendapatkan bibit masing-masing seberat 25 kilogram,” sampainya, Rabu (02/06).

Bupati menjelaskan, untuk penyaluran bibit padi yang akan didapat, dipastikan akan disalurkan sebelum masa tanam kedua tahun 2021 ini. Sehingga para petani bisa menanam padi dari bibit yang nantinya telah didapat.
“Saat ini OPD terkait masih mempersiapkan seluruh yang dibutuhkan kementerian sebelum bibit disalurkan,” jelasnya.

Untuk itulah, dirinya mengimbau, kepada seluruh masyarakat petani di Kabupaten Lebong yang saat ini masih belum tergabung kedalam Poktan untuk bisa segera mendaftar. Karena bibit yang akan dibagikan, tidak diberikan kepada individu.
“Kepada petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bisa mendorong masyarakatnya masuk poktan, jika perlu jemput bola,” imbaunya.

Ia menjelaskan, bantuan dari kementrian akan diberikan secara berkesinambungan. Namun harus dengan catatan seluruh petani harus memaksimalkandan mendukung secara penuh untuk meningkatkan hasil pertanian. Apalagi saat ini Pemkab Lebong terus berupaya agar masyarakat Lebong bisa melaksanakan tanam dan panen padi 2 kali dalam 1 tahun.
“Kementerian akan terus menyalurkan bantuan setiap tahunnya, jika bantuan berhasil dan panennya sukses,” ujarnya.

Apalagi di tahun 2021 ini, sambungnya, Pemkab Lebong akan membuat sebuah program intensif ekor tikus yang nantinya Pemkab Lebong akan membeli ekor tikus dengan harga Rp 1.000 hingga Rp 3.000. Hal tersebut merupakan salah satu upaya Pemkab Lebong untuk mensukseskan pelaksanaan tanam dan panen padi 2 kali dalam 1 tahun.
“Selama ini para petani masih terkendala dengan hama tikus, untuk itulah kita membuat program tersebut,” tutupnya.(614)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*