Lebihi Tonase, Truk Terbalik

ERICK/Bengkulu EkspressTERBALIK : Mobil truk pembawa material pembangunan jalan terbalik dan mengakibatkan material batu koral berhamburan di tengah jalan.

LEBONG, Bengkulu Ekspress – Lantaran melebihi tonase, mobil truk dengan nomor polisi BD 8884 AQ yang membawa material batu untuk pembangunan jalan di kawasan Kecamatan Pelabai yang dikerjakan oleh PT Pebana Adi Sarana, terbalik di tanjakan Desa talang Ulu Kecamatan Lebong Utara.

Data terhimpun, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB kemarin (17/06). Akibatnya, seluruh material batu yang mencapai 10 ton berhamburan di tengah jalan. Sementara mobil yang terbalik mengalami rusak yang cukup berat dan sopir mengalami luka lecet dibagian kepala sebelah kiri. Selain itu, kondisi mobil terbalik dan melintang di tengah jalan sempat mengakibatkan arus jalan menjadi terganggu. Beruntung tanjakan telah dibuat jalan dua jalur, sehingga anggota kepolisian dari Sat Lantas Polres Lebong mengarahkan kendaraan yang melintas pada jalur sebelahnya.

Untuk mengevakuasi truk yang terbalik, pihak kontraktor sendiri menurunkan 1 unit alat berat. Namun karena kondisi jalan yang cukup curam dan material berhamburan di jalan, terpaksa alat berat terlebih dahulu membersihkan material dan barulah sorenya mobil baru bisa dievakuasi.

Menurut sopir truk naas tersebut, Bayu (29) warga Talang Rimbo Kabupaten Rejang Lebong, dirinya mambawa material dari Curup menuju proyek pembangunan jalan. Pada saat ditanjakan, mobil yang dibawanya tidak mampu menanjak dan akihirnya mundur.

“Ketika mundur, saya menghindari kendaraan yang dibelakang sehingga saya banting stir dan bagian belakang menghantam semen pembatas dan mobil terbalik,” ucapnya ketika dimintai keterangan anggota sat Lantas Polres Lebong, kemarin (17/06).

Sementara Kapolres Lebong, AKBP Andree Ghama Putra SH SIK melalui Kasat Lantas, IPTU Panehan WS mengatakan, bahwa muatan mobil material batu seberat 10 ton. Sehingga muatan melebihi tonase yang saharusnya mengangkut material seberat 8 ton. “Dengan berat 10 ton, tidak layak untuk mendaki di tanjakan Talang Ulu,” sampainya.

Dengan kejadian ini, Panehan berpesan, kepada pihak kontraktor untuk bisa selalu mengutamakan keselamatan. Jangan sampai memaksakan mengangkut material melebihi kemampuan truk. “Nanti akan kita sampaikan kepada pihak kontraktor, agar hal tersebut tidak lagi dilakukan,” tutur Kasat Lantas.(614)