Lebih Dekat dengan Peraih Nilai Unas Tertinggi

Yosua Wawangkang Arekcsueng Hutahaean

Tak Pakai Target, Rajin Mengerjakan Soal

Meraih nilai tertinggi pada pelaksanaan ujian nasional (Unas) menjadi dambaan setiap siswa dimana pun berada. Namun raihan nilai terbaik tersebut tidak bisa diraih dengan mudah, melainkan perlu perjuangan yang panjang layaknya yang dilakukan dua siswa peraih nilai terbaik jurusan IPA dan IPS di Kabupaten Rejang Lebong pada pelaksanaan Unas 2015 ini. Bagaimana kedua siswa SMAN 1 Curup ini meraih nilai terbaik tersebut, berikut laporannya;

ARI APRIKO, Curup

NAMA Arekcsueng Hutahaean (18) dan Yosua Wawangkang (18) berhasil mengharumkan nama SMAN 1 Curup bahkan Kabupaten Rejang Lebong. Karena berdasarkan hasil pengumuman hasil Unas tahun 2015 ini, kedua siswa tersebut meraih nilai terbaik pada jurusan IPA dan IPS di tingkat Kabupaten Rejang Lebong. Bahkan berdasarkan informasi yang beredar Arekcsueng yang akrab disapa Arek, berhasil meraih predikat terbaik IPA di Provinsi Bengkulu.

Menurut Arek yang 24 Mei ini usianya genap 18 tahun, ia sendiri tidak menyangka akan bisa meraih nilai tertinggi IPA bahkan tingkat provinsi. Yang ia targetkan hanya lulus dengan nilai terbaik saja. Namun setelah pengumuman ia dinyatakan meraih nilai tertinggi untuk jurusan IPA dengan nilai 535,30 enam mata pelajaran.

“Awalnya tidak ada target, hanya ingin lulus dengan nilai terbaik saja,” ungkap bungsu tiga bersaudara tersebut.

Terkait kiat-kiat yang ia lakukan, menurut putra pasangan J Hutahaean dan R Pasaribu ini, yang ia lakukan yaitu dengan banyak mempelajari soal-soal. Karena dengan banyak latihan soal ia akan mudah mengerjakan dan menganalisis soal, terlebih lagi jurusan IPA lebih mengutamakan analisa soal bukan hapalan.

“Selain itu, perlu juga memahami konsep-konsep dasar mata pelajaran yang akan diujikan, karena dengan mempelajari konsep tersebut, kita akan lebih mudah memahami soal yang akan kita hadapi,” jelas Arek.

Tak hanya cukup sampai di situ, Arek juga mengaku kerap bertanya kepada guru maupun temannya bila mana menemukan kendala saat mempelajari satu mata pelajaran. Ia juga mengaku sejak kelas II SMA sudah mengikuti kegiatan belajar tambahan di salah satu penyedia Bimbel di Kota Curup.

Terkait dengan tujuannya selanjutnya, Arek yang kerap meraih rangking tiga besar di sekolah ini, akan melanjutkan pendidikannya di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang. Saat ini ia masih menunggu tes SNMPTN.

Senada dengan yang disampaikan Arek, Yosua Wawangkang (18) mengaku tidak memiliki target, ia hanya ingin lulus dengan nilai tertinggi saja. Namun hasilnya cukup memuaskan dengan meraih nilai 515,70 dan dinyatakan nilai tertinggi untuk jurusan IPS di Rejang Lebong. Yosua yang tinggal di Pasar Ujung Kabupaten Kepahiang ini mengaku tidak memiliki trik-trik khusus untuk menjadi terbaik tersebut. Yang ia lakukan hanyalah memahami konsep tiap bab yang ada di masing-masing buku pelajaran. Setelah itu baru mengerjakan soal yang ada.

“Meskipun saya jurusan IPS namun bukan sistem hapalan dan banyak mengerjakan soal, namun banyak memahami konsep baru latihan soal,” aku siswa Kelahiran 1 Kepahiang 1 Januari 1997 ini.

Lebih lanjut anak dari pasangan Jefri Wewengkan dan Eriani ini mengakui untuk mendapatkan hasil yang maksimal tersebut, diperlukan proses yang cukup lama, namun hasilnya terbukti. Ia juga mengaku sejak kelas I SMA kerap meraih peringkat 3 besar dikelasnya. Ia juga mengaku akan melanjutkan pendidikannya di Universitas Indonesia mengambil jurusan Akuntansi melalui jalur SNMPTN.

Terkait dengan keberhasilan dua orang siswanya, Kepala SMAN 1 Curup, Nahdiatul Hukmi SPd MM mengaku bangga atas keberhasilan kedua siswanya tersebut. Menurutnya keberhasilan keduanya berkat kerja sama semua pihak baik keluarga keduanya di rumah maupun keluarga SMAN 1 Curup.

“Kita berharap ke depannya keduanya akan semakin sukses lagi,” harap Nahdi.

Terkait keperibadian keduanya, nahdi mengaku bila kedua pelajaranya tersebut selama ini memang anak yang baik selalu mengikuti apa yang disampaikan dan disarankan oleh guru-guru mata pelajaran keduanya. Nahdi juga mengaku bila sekolah yang ia pimpin kerap meraih nilai tertinggi setiap pelaksanaan UN bahkan bukan hanya di Rejang Lebong namun juga Provinsi Bengkulu.
“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada guru yang telah membina dan mengarhakan seluruh siswa sehingga meraih hasil yang memuaskan, serta orang tua dirumah yang terus mengawasi anak dirumah serta dukungan dari pemerintah daerah sehingga kita bisa meraih hasil yang memuaskan ini,” ujar Nahdi.(**)