Lebih Dekat dengan Ir Mian, Anak Transmigran jadi Bupati

2 - Copy

SIAPA yang tidak kenal dengan Ir Mian, khususnya masyarakat Kabupaten Bengkulu Utara (BU). Dia wakil Bupati Bengkulu Utara periode 2011-2016 yang baru saja dilantik menjadi Bupati BU setelah memenangkan Pilkada 2015 lalu. Jika sebelumnya menjadi wakil berpasangan dengan Dr HM Imron Rosyadi Harun MM MSi, kali ini Mian berpasangan dengan Arie Septia Adinata yang diusung Partai Nasdem, PKPI dan PKB.

Lelaki yang lahir di Kisaran, Sumatera Utara pada tanggal 4 Agustus 1964 atau 52 tahun lalu itu, menempuh pendidikan sarjananya di Universitas Bengkulu (Unib) jurusan Agronomi.

Jika bercerita tentang silsilah keluarganya, Mian merupakan anak bungsu dari 12 bersaudara dari pasangan Samak dan Darmi. Kedua orang tua Mian termasuk keluarga berekonomi lemah saat itu, sehingga mendapatkan program transmigrasi kolonial Belanda.

Mian kecil menghabiskan masa kecilnya di Asahan, Sematera Utara. Setelah menamatkan Sekolah Dasar (SD), ia merantau ke Kota Medan untuk melanjutkan pendidikan SMP dan SMA.

Pada tahun 1985 barulah dia datang ke Bengkulu untuk melanjutkan kuliah di Universitas Bengkulu (Unib), setelah sebelumnya lulus tanpa tes program Penelusuran Minat dan Kemampuan.

Karena Mian termasuk mahasiswa yang cerdas, dia bisa menyelesaikan jurusan Agronomi yang diambilnya hanya dalam kurun waktu 3 tahun 8 bulan. Setelah lulus, dia bergabung dengan perusahaan perkebunan yang ada di Bengkulu Utara.

Perjuangan berat yang dilalui Mian terbayar dengan mendapatkan pengalaman, khususnya di dunia perkebunan. Dari pengalaman tersebut dia berniat hendak mengamalkan kepada masyarakat.

Selain itu, selama dia bekerja di perusahaan, dia sangat mengenal baik masyarakat, terutama masyarakat Kecamatan Ketahun, Putri Hijau dan Napal Putih. Dengan tekad bulat dan sudah siap secara mental dan finansial, Mian kemudian memberanikan diri masuk ke dunia politik, mencalonkan sebagai anggota DPRD BU.

Dia maju pada Pileg 2004-2009 dan terpilih. Sejak menjabat sebagai anggota dewan dia fokus dengan karirnya tersebut. Lima tahun menjabat sebagai anggota dewan, Mian semakin dikenal dengan masyarakat terutama dalam hal infrastruktur di tengah masyarakat petani. Setelah mantap, dia kemudian mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati mendampingi Dr Ir HM Imron Rosyadi MM MSi maju sebagai Bupati dan Wakil Bupati periode 2011-2016.

Selain meniti karir sebagai wakil Bupati, Mian juga terlibat dalam organisasi. Dia dikenal sebagai tokoh masyarakat jawa di Bengkulu Utara. Mian adalah ketua Paguyuban Masyarakat Jawa Bengkulu (PMJB). Selain itu dia juga menjabat Ketua Perhimpunan Anak Transmigrasi Republik Indonesia (PATRI) Provinsi Bengkulu. Tidak heran jika Mian dipercayakan menjabat sebagai ketua organisasi tersebut, dia dikenal kedekatannya dengan pemerintah pusat, dampak poditifnya banyak mendatangkan program positif untuk organisasi tersebut.(**)