Lawan Ujaran Kebencian di Dunia Maya

BENGKULU, Bengkuluekspress.com – Dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan literasi digital, pentingnya bekal guna melawan ujaran kebencian di dunia maya. Hal itu dikatakan Wakil Kepala Sekolah SMAN 3 Bengkulu Selatan Yoyon Indra Joni, S.Si saat menjadi narasumber literasi digital, Senin, (19/7).

Yoyon megatakan pentingnya mengetahui multikulturalisme. Dimana multikulturalisme yakni pandangan yang mengakomodasikan banyak aliran atau ideology budaya.

“Lebih ditekankan pada penerimaan terhadap keragaman budaya dalam realitas masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, ciri-ciri masyarakat multikultural diantaranya, memiliki struktur budaya lebih dari satu, sering terjadi konflik sosial yang berbau SARA, proses integritas yang terjadi berlangsung secara lambat, serta sering terjadi dominasi ekonomi, politik, dan, sosial budaya.

Manfaat masyarakat multikultural mencakup, melalui hubungan harmonis dapat digali kearifan budaya, sebagai alat untuk membina dunia yang aman, muncul rasa penghargaan terhadap budaya lain, dan mengajarkan pandangan bahwa kebenaran itu tidak memonopoli orang atau suatu kelompok.

”Konsekuensi masyarakat multikultural ialah, menunjuk pada kelompok tertentu karena kesamaan ras, agama, asal-usul bangsa, atau kombinasi katergori tersebut pada sistem nilai budayanya, pandangan atau paham yang memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak kecil, serta kecenderungan melihat dunia hanya melalui sudut pandang buday sendiri,”ungkapnya.

Ia memberikan, tips dalam menggunakan media digital meliputi, etika berkomunikasi, hindari penyebaran SARA, kroscek kebenaran berita, hargai hasil karya orang lain, serta saring dulu sebelum sharing atau berbagi.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Bengkulu Selatan Victorizal, S.Si mengungkapkan kemajuan pesat dalam komunikasi digital berdampak baik dengan memudahkan masyarakat dalam menerima informasi maupun membagikan sebuah informasi.

“Namun, tidak adanya filter dalam komunikasi digital yang mengakibatkan dapat merugikan, meracuni, dan menyesatkan masyarakat seperti berita bohong atau hoax,” ujarnya.

Ia menerangkan, tips mengenali berita hoax antara lain, skeptis tau kurang percaya terlebih dahulu terhadap judul berita, perhatikan URLnya, selidiki sumbernya, perhatikan format yang tidak biasa, cek foto atau video, periksa tanggalnya karena berita hoax berisi berita tidak masuk akal, serta lihat berita yang sama dari sumber lainnya.

“Waspada sangat diperlukan untuk menangkal berita bohong atau hoax,” tutupnya. (HBN)