Lawan Mafia Daging

Polda Bengkulu Bentuk Satgas Pangan

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Kapolri Jenderal Polisi M Tito Karnavian melalui Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Coki Manurung SH MHum memerintahkan kepada jajaran Polda seluruh Indonesia untuk membuat satuan tugas (Satgas) pangan, dibawah Subdit Industri Perdagangan Asuransi (Indagsi).

Hal ini juga dilakukan oleh Polda Bengkulu, untuk melawan mafia dagingayam, daging sapi dan kebutuhan pokok lainnya yang sering mempermainkan harga.

“Kapolri melalui Kapolda Bengkulu yang disampaikan ke Direktur Reskrimsus sudah memerintahkan kepada seluruh jajaran Polda untuk membuat satgas untuk memantau dan menindak kalau ditemukan pelanggaran atau menaikan harga tidak sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET),” terang Direktur Reskrimsus Polda Bengkulu, Kombes Pol Ahmad Tarmizi melalui Kasubdit Indaksi AKBP Edi Sujadmiko, kemarin (22/5/2018).

Edi menegaskan, bila ditemukan ada indikasi permainan harga barang kebutuhan pokok di lapangan, akan langsung ditindak terutama menyangkut daging ayam yang sekarang ini mencapai harga Rp 45 ribu perkilo. Namun, Edi enggan memperinci pasal yang akan dikenakan kepada pedagang yang nakal.

“Disesuaikan dengan pelanggarannya apa, kalau terkait dengan perdagangan ya perdagangan, pertanian ya pertanian yang jelas saat ini harga daging ayam,” ujarnya.

Dijelaskannya, untuk saat ini harga ayam tertinggi kedua setelah Jakarta se-Indonesia dan ini membuat resah warga Bengkulu. “Disini yang menjadi perhatian kita selaku tim Indagsi, mengenai siapa saja yang terlibat, kita masih akan melakukan penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut,” tuturnya kepada Bengkulu Ekspress.

Ditanya soal adakah penimbunan mengenai hal itu, Edi menjelaskan sejauh ini belum terima dan belum ditindaklanjuti, tetapi kemungkinan saja bisa saja terjadi adanya pelaku penimbunan, namun masih terus ditelusuri hingga sekarang ini.

“Untuk pelaku penimbunan memang belum kita temukan hingga sekarang ini, jika melihat dari keterangan pedagang kenapa harga ayam naik karena faktor stok ayam yang berkurang atau sedikit, sehingga itulah salah satu faktor daging ayam melambung,” tutupnya.

Untuk diketahui dipasaran, harga-harga bergejolak menjelang puasa hingga sekarang ini. Harga daging ayam di pasar tradisional masih terpantau tinggi. Di pasar Panorama, pasar Minggu, harga daging ayam per ekornya masih berada di kisaran Rp 40 ribu sampai Rp 45 ribu per ekor.

Sementara itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Provinsi Bengkulu mengklaim daya beli masyarakat pada Ramadan tahun ini diperkirakan terjaga seiring kenaikan harga atau inflasi yang terkendali.

“Saya melihatnya dari segi inflasi terkendali, sehingga daya beli masyarakat di bulan Ramadan ini aman,” ujar Kepala Disperindag Provinsi Bengkulu, H Lierwan SE, kemarin (22/5/2018).

Lierwan menjelaskan langkah-langkah yang dijalankan pemerintah terbukti ampuh dalam mengendalikan harga, terutama pangan menjelang bulan Ramadan. Salah satunya, dalam menstabilkan harga daging ayam dan telur yang sempat mengalami kenaikan. “Dari hasil pantauan, harga ayam memang agak spesial, untuk itu kami sudah memanggil pengusaha ayam potong untuk melakukan operasi pasar,” kata Lierwan.

Pemerintah, antara lain, melalui jajarannya telah memanggil pengusaha ayam potong untuk segera menggelontorkan daging ayam ke pasar. Pengusaha tersebut rencananya akan menggelontorkan ayam-ayam ke pasar sampai harga ayam sesuai dengan ketentuan Kemendag. Seperti diketahui, ketentuan harga mengenai daging dan telur ayam di pasaran diatur di dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27 Tahun 2017.

“Sesuai peraturan tersebut, Harga Eceran Tertinggi (HET) daging ayam konsumen ditetapkan Rp32 ribu per kg sementara untuk harga telur di konsumen Rp22 ribu per kg,” terang Lierwan.

Seperti diketahui, harga ayam potong dipasar saat ini masih tinggi mencapai Rp 45 ribu per kg. Padahal harga maksimal ayam potong sebesar Rp 32 ribu per kg. “Kami berharap melalui dinas terkait dapat meminta pedagang besar dan peternak ayam potong di Bengkulu untuk tidak memainkan harga di pedagang pengecer, Jika peternak dan pedagang masih mempermainkan harga, maka Disperindag akan bertindak tegas sesuai aturan,” tutup Lierwan.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Divre Provinsi Bengkulu, Dedi Sabetra mengatakan, untuk menjaga stabilitas harga ayam potong dipasar, pihaknya berencana menyediakan satu ton ayam beku. “Rencananya pada Kamis (24/5) akan masuk satu ton, dan kita jual dengan aturan harga eceran tertinggi (HET) Rp 32 ribu per kilogramnya,” kata Dedi.

Dengan masuknya komoditas ayam potong beku Bulog, diharapkan tekanan pasar terhadap komoditas tersebut bisa menjadi lebih reda karena kesediaan stok yang dirasa cukup untuk kebutuhan masyarakat Bengkulu selama Ramadan.

“Kami berharap ini bisa terealisasi karena masih menunggu adanya permintaan dari pemerintah daerah,” tukas Dedi. (999/529)