Launching KEK Molor

KEKBENGKULU, Bengkulu Ekspress – Harapan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu untuk melaunching kawasan ekonomi khusus (KEK) bulan bulan Mei mendatang, tampaknya masih bakal molor. Sebab, sampai saat ini, dua dari empat dokumen pokok syarat dijadikan KEK itu masih belum selesai. Yaitu syarat dokumen master plan dan feasibility study yang belum lengkap. Sementara dokumen analisis dampak lingkungan (Amdal) dan dokumen tanah KEK sudah terpenuhi dengan luas 500 hektar. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bengkulu, Ir Budi Djatmiko MM mengatakan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan PT Pelindo II Bengkulu untuk segera menyelesaikan dua syarat yang belum terpenuhi. Targetnya memang syarat itu selesai di akhir bulan April ini. “Kita sudah minta, agar April sudah selesai semua dokumennya,” terang Budi kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (27/4).

Dijelaskannnya, untuk memenuhi dua syarat tersebut memang harus dipersiapkan secara matang. Khususnya, terkait studi finansial. Sebab dalam syarat tersebut, Dewan KEK telah meminta agar ketika investor datang ke Bengkulu itu bisa lebih mudah, dalam sisi regulasi perizinan dan cara usaha. PT Pelindo tidak hanya menyiapkan laha, namun juga harus berfikir keras, ketika investor masuk, bahan baku hingga pengelolahaan usaha sudah tersedia.

“Jadi ini harus siap semua. Baru nanti diajukan,” paparnya.

Ketika akhir April ini telah selesai semua, maka Pemprov bersama PT Pelindo II Bengkulu akan menyerahkan dua dokumen syarat yang belum terpenuhi itu ke Dewan KEK dan pemerintah pusat. Ditarget penyerahaan itu baru bisa dilakukan pada bulan Mei mendatang. Jika sudah diserahkan, maka di bulan Mei itu, dewan KEK bersama pemerintah pusat akan melakukan sidang dan kajian, disetujui atau tidak disetujui.

“Bulan Mei itu targetnya sudah diserahkan dan sudah dinilai,” tambah Budi.

Dalam penilaian dewan KEK dan pemerintah pusat itu tidak bisa diprediksi kapan akan selesainya. Namun demikian, pemprov dan PT Pelindo II Bengkulu akan terus mendesak, agar bulan Mei itu sudah ada hasil kesepatan untuk disetujui oleh Presiden. Sehingga presiden bisa melauching KEK yang ada di kawasan pelabuhaan Pulai Baai Bengkulu. “Kita akan percepat, agar tidak lagi molor dari rencana sebelumnya,” jelasnya.

Meski targetnya akan molor, namun demikian Pemprov tetap optimis program KEK itu bisa disetujui. Sebab sinyal disetujuinya KEK di Bengkulu itu sudah dibuktikan dengan hadirnya Dewan KEK ke Bengkulu untuk melihat secara langsung lahan yang akan dijadikan KEK. Termasuk Ketua DPR RI juga sudah ikut meninjau lokasi KEK di Bengkulu. Hasil sementara, dewan KEK sudah menyetujui kawasan pelabuhaan Pulau Baai itu bisa dijadikan KEK.

Sebab, lokasi yang akan dijadikan KEK itu memang sudah siap, baik dari sisi lahan yang tidak bermasalah. Industri CPO sudah berjalan, begitupun dengan pengepakan Semen Padang sudah tersedia, stokfile batu bara juga sudah dimiliki hingga pembanguan PLTU 2×100 MW juga sudah mulai dibangun dikawasan tersebut.

“Kita optimis sekali KEK di Bengkulu akan disetujui. Kita akan dorong terus, agar lauchingnya nanti bisa dilakukan langsung oleh Pak Presiden,” pungkas Budi. (151)