Lari Tempurung Pukau Warga Kampus

Lomba Lari Tempurung
Aprizal/Bengkulu Ekspress
Kemeriahan lomba lari tempurung di lapangan parkir Unihaz, kemarin (14/8)

Unihaz Meriahkan HUT RI ke-73

Lapangan parkir Universitas Prof Dr Hazairin SH (Unihaz) Bengkulu, Selasa (14/8), tidak seperti biasanya. Karyawan dan staf di lingkungan Unihaz ramai memadati lapangan parkir untuk mengikuti dan menyaksikan beragam perlombaan untuk memeriahkan HUT RI ke-73.

Afrizal, Kota Bengkulu

Universitas Prof Dr Hazairin SH Bengkulu tak mau ketinggalan untuk memeriahkan peringatan Hari Ualang Tahun (HUT) RI ke-73 Tahun 2018 ini.

Pihak kampus pun menggelar sejumlah kegiatan hiburan, mulai dari lomba makan kerupuk, lomba balap karung, masukkan paku ke dalam botol, tarik tambang hingga lomba lari tempurung.
Dari semua lomba itu, lomba lari tempurung yang paling seru. Lomba ini dikhususkan bagi karyawati dan staf perempuan Unihaz.

Lomba ini berlangsung seru dan penuh tawa. Pada umumnya, peserta lari tempurung bayak yang jatuh, karena tak mahir berjalan menggunakan dua tempurung yang diikat dengan tali, lain halnya dengan peserta dari Unihaz ini.
Mereka justru mampu berlari dengan kencang hingga ke garis finish. Mereka semakin bersemangat diiringi riuh tepuk tangan para penonton.Wakil Rektor II Unihaz Bengkulu, Henny Aprianty pun ikut dalam lomba lari tempurung ini.

”Saya mau mencoba bagaimana rasanya lari menggunakan tempurung, makanya saya ikut lomba. Meski badan saya berat (gendut, red), dan saingannya banyak. Saya tetap semangat berlari dan hasilnya saya ada diposisi terakhir, tapi tak apa seru,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lomba-lomba yang diadakan Unihaz ini sangat sederhana dan tidak mengeluarkan banyak biaya. Memang sengaja dari pantia diintruksikan untuk membuat perlombaan yang sederhana dan meriah.
“Syukur Alhamdulillah perlombaan kita meriah. Untuk para pemenang akan kita berikan hadiah, tapi dibagikan nanti setelah upacara bendera 17 Agustus,” pungkasnya.

Diketahui, Lomba tempurung itu digelar 2 sesi dengan sistem gugur. Masing-masing sesi ada 5 peserta yang berlari.
Tempurung yang sudah dipasang tali disiapkan panitia lomba. Dengan ukuran yang relatif sama, peserta tinggal menggunakannya saja. Dampaknya, perserta yang badannya tinggi harus sedikit membungkuk agar bisa memegang tali tempurung. Namun, di sinilah keseruannya. Mereka saling tertawa saat menyelipkan tali tempurung ke kaki masing- asing. Begitu juga saat berlari, ada yang canggung, dan ada pula yang cepat larinya.
Tampak karyawan dan staf di lingkungan Unihaz Bengkulu antusias mengikuti perlombaan tersebut, terbukti banyaknya yang mendaftarkan diri untuk mengikuti perlombaan.

Seperti lomba tarik tambang, baik dari karyawan wanita maupun laki-laki ikut ambil bagian.
Tarik tambang untuk peserta perempuan pun tak kalah serunya. Bahkan seperta langsung saling tarik-menarik sebelum panitia memulai perlombaan.

“Ya, belum di mulai sudah ditarik duluan, curang itu namanya,” kata salah satu peserta.

Lomba masukkan paku ke dalam botol juga mengocok perut penonton.
Panitia sudah menyiapkan 5 botol untuk lima orang peserta, setiap peserta diberikan paku yang sudah diberi tali, lalu diikatkan ke pinggang peserta, sehingga paku tersebut berada pas di bawah selangkangan peserta.
Siapa yang dahulu memasukkan paku tersebut, maka ialah jadi pemenangnya.

Banyak peserta kesulitan memasukkan paku dalam botol, lantaran setiap peserta sebelum memasukkan paku harus mundur lima langkah lalu berlari menuju botol. Otomatis paku yang sudah terikat jadi bergoyang ke sana-ke mari.
“Aaaiii sulit nian masukkannyo,” ujar salah seorang peserta, Fitri staf Rektorat Unihaz.
(**)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*