Laporan Calon Jamaah Didalami

Calon Jamaah Haji asal Kepahiang
foto ; ist

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Penyidik Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Bengkulu terus melakukan pendalaman terhadap laporan enam warga yang mengaku jamaah Bumi Minang Pertiwi (BMP) Travel cabang Bengkulu, yang batal diberangkatkan umrah.

Kepala Bidang Hubungann Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bengkulu, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sudarno SSos, sejauh ini belum ada penambahan korban yang melaporkan travel umrah tersebut. Dalam waktu dekat penyidik bakal memeriksa saksi pelapor untuk mengetahui perjalanan kasus sekaligus izin travel umrah dari BMP tersebut sudah sesuai aturan atau belum.



“Kita lakukan pelan dan bertahap penyelidikan kasus ini, pasti nanti semua pihak yang berkaitan bakal kita mintai keterangan untuk menggali informasi terkait BMP tersebut,” jelas Kabid Humas kepada Bengkulu Ekspress, Rabu (4/7).

Dari pengakuan enam orang pelapor tersebut, diperkirakan calon jamaah yang sudah menyetorkan uangnya ke BMP mencapai ratusan juta. Masing-masing jamaah telah membayar uang Rp 22 – 23 juta per orangnya.  Ditambah lagi ada biaya tambahan Rp 6 juta, bagi yang menginginkan berangkat pada Mei 2018. Ada dugaan total uang jemaah yang sudah dikumpulkan BMP mencapai nominal Rp 2 miliar.  “Perkara laporan umrah ini bukan yang pertama kita selidiki. Artinya kita pastikan menuntaskan kasus ini dan menemukan siapa yang harus bertanggung jawab,” imbuh Kabid Humas.

Sementara itu, saat Bengkulu Ekspress menghubungi pimpinan cabang BMP Travel Cabang Bengkulu, Nanang Dermawan LC terkait kelanjutan nasib jamaah yang belum berangkat tersebut, yang bersangkutan tidak berhasil dihubungi.  Seperti diketahui, sebelumnya, pada Senin (3/7), ada enam orang jamah BMP mendatangi Polda Bengkulu. Mereka antara lain, Elvi, Nunung, Kamila, Meli Iswanti dan Slamet Raharjo. Masing-masing calon jamaah tersebut mengaku telah menyetor uang sejak bulan Maret 2018 Rp 23,5 juta dan Rp 22 juta. Ketika itu, pengelola BMP berjanji akan memberangkatkan mereka bulan April 2018. Hanya saja, para jamaah tidak juga diberangkatkan. Meski sudah ada yang membayar tambahan uang.

Sebelumnya, Bengkulu Ekspress sempat mengkonfirmasi salah seorang Manajer BMP travel, Ar. Dia menuturkan, pada Jumat (29/6), ada jamaah yang sudah menyetorkan uang keberangkatan umrah menemui dirinya. Jamaah mempertanyakan perihal keberangkatan mereka yang belum juga dilaksanakan. Saat itu, selaku manajer, dia telah menjelaskan, uang jamaah yang disetorkan ke BMP Bengkulu semuanya langsung disetorkan ke rekening BMP Pusat di Padang, Sumatera Barat. Setoran yang lunas maupun yang masih berupa down payment atau uang muka (DP). BMP Bengkulu terus mengupayakan agar para jamaah yang sudah menyetorkan uangnya bisa diberangkatkan dengan terus berkoordinasi ke manajemen BMP di Padang Sumatera Barat.

”Kepada para jamaah saat pertemuan itu sudah saya jelaskan. Hasil koordinasi kita dengan BMP Padang, jamaah kemungkinan bisa diberangkatkan sekitar Oktober nanti. Saat itu jamaah mengatakan bila tidak juga diberangatkan, maka jamaah akan memberi somasi dan kita terima itu,” katanya.

BMP Bengkulu selaku cabang hanya menjalankan rekrutmen marketing. Dia pun menuturkan, dirinya siap memberikan keterangan bila nantinya dipanggil oleh Polda Bengkulu. Karena uang jamaah itu tidak ada yang terpakai oleh manajemen BMP di Bengkulu.
Dia pun mengaku terus berusaha mendesak BMP Padang Sumatera barat untuk memberikan solusi atas masalah jamaah Bengkulu ini. (167)