Lapas Pasang Alat Deteksi Handphone

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu, di Kelurahan Bentiring, Kecamatan Muara Bangkahulu, bakal memasang jammer atau alat pengacak sinyal handphone. Setidaknya ada 6 unit jammer yang nantinya dipasang di Lapas, yang saat ini disesaki 600 lebih warga binaan tersebut.

Tujuan pemasangan jammer tersebut tentunya untuk meminimalisir warga binaan menggunakan alat komunikasi dari dalam Lapas. Karena razia yang dilakukan petugas sebulan empat kali dirasa belum cukup efetif mencegah alat komunikasi masuk kedalam Lapas.

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu Nuridin Bc Ip SH MH, kemarin (2/10) kepada BE menuturkan, ”Kami akan pasang 6 unit jamer untuk mengacak sinyal di Lapas, karena setiap kita lakukan razia sebulan empat kali masih ditemukan alat komunikasi tersebut. “Ketika Bengkulu Ekspress menyakan bagaimana alat komunikasi tersebut masuk kedalam Lapas, meski sudah ada petugas Lapas yang melakukan penjagaan dan pemeriksaan barang bawaan para pengunjung.

Nuridin menjelaskan, sangat banyak cara yang digunakan pengunjung Lapas untuk menyelundupkan berbagai barang yang dilarang digunakan warga binaan. Disisipkan melalui makanan yang petugas tidak sempat memeriksa karena makanan tersebut langsung diletakkan. Sementara antrian sudah sangat banyak. Melalui ibu-ibu yang menggendong anaknya, handphone dimasukkan kedalam bra, kemudian diberikan secara diam-diam juga ada.

“Kita sudah berkerja maksimal mencegah alat komunikasi itu masuk, tetapi pengunjung lebih pintar dari kita, jika cara pertama sudah tahu, mereka punya cara lain untuk memasukkan barang yang dilarang ke Lapas,” imbuh Nuridin.

Berkaitan dengan narkoba yang masuk kedalam Lapas, Nuridin mengaku berupaya melakukan pencegahan. Semua modus yang digunakan pengunjung untuk memasukkan barang haram tersebut sudah dipelajari. Setidaknya ada beberapa modus yang digunakan untuk memasukkan narkoba kedalam lapas yang diketahui petugas lapas dimasukkan kedalam bungkus kopi sachet, didalam kulit kacang dan terbaru dimasukkan kedalam wadah cat tembok



Untuk dugaan ada oknum warga binaan yang mengendalikan narkoba dari dalam Lapas, menurut Nuridin, bakal dicegah melalui pemasangan alat jammer tersebut. Karena sangat susah menditeksi siapa yang mengendalikan, jika hanya dugaan tentu tidak bisa dilakukan Lapas.

“Terkait dugaan itu, kita Lapas kelas IIA Bengkulu sangat terbuka jika pihak kepolisian berkoordinasi terkait pemberantasan narkoba. Untuk pencegahan sendiri, kita sudah berusaha maksimal melakukannya,” pungkas Kalapas.(167)