Lapas Bengkulu Ikut Pemecahan Rekor Muri

Sekitar 200 warga binaan, petugas Lapas dan Rutan serta masyarakat Kota Bengkulu terlibat pemecahan rekor MURI Tarian Kolosal yang diselenggarakan Kemenkumham RI, Kamis (15/8).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu berpatisipasi dalam pemecahan rekor MURI Tarian Kolosal Indonesia bekerja, Indonesia Jaya yang dilaksanakan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi (Kemenkumham) Republik Indonesia (RI), Kamis (15/8) pagi.

Setidaknya lebih dari 200 orang terlibat dalam senam kolosal tersebut, terdiri dari warga binaan Lapas Kelas IIA Bengkulu dan Rutan Kelas IIB Bengkulu, pegawai Lapas dan Rutan serta masyarakat.  Tidak hanya Lapas, Rutan dan Rubasan di Bengkulu yang terlibat pemecahan rekor tersebut, tetapi seluruh Lapas di Indonesia terlibat dengan jumlah peserta diperkirakan mencapai 200 ribu orang.

Pemecahan Rekor dipusatkan di Lapas Kelas I Tangerang, melalui video conference yang terkoneksi ke seluruh Lapas di Indonesia. Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham, Sri Puguh Budi Utami membuka langsung pemecahan rekor MURI tersebut.

“Dari informasi yang kita dapat, peserta pemecahan rekor MURI seluruh Lapas di Indonesia mencapai 200 ribu orang, terdiri dari warga binaan, pegawai dan masyarakat. Khsusus di Bengkulu ada sekitar 200 orang,” jelas Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Nuridin Bc Ip SH MH.

Lebih lanjut Nuridin mengatakan, selain membina kepribadian, seluruh Lapas dan Rutan di Bengkulu diarahkan untuk membina kemandirian warga binaan. Menumbuh kembangkan semangat warga binaan agar mereka tidak putus asa hanya karena berada di dalam Lapas. Mereka harus bangkit untuk berkarya untuk kepentingan keluarga dan masyarakat.

Sementara itu, Kadivpas Kementerian Hukum dan Ham Provinsi Bengkulu, Pudjo Harianto mengatakan, selain bertujuan memecahkan rekor MURI, tarian kolosal ini juga untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa di dalam Lapas telah berhasil melakukan pembinaan kepribadian. Karena untuk melakukan tari kolosal tersebut, warga binaan melakukan latihan yang cukup lama. Kemudian menumbuhkan rasa nasionalisme sekaligus berpatisipasi menyambut HUT RI ke-74.

“Kita ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa di dalam Lapas itu kita melakukan berbagai macam pembinaan, salah satunya pembinaan kepribadian. Sebelum melakukan tarian ini mereka sudah latihan dulu dibimbing petugas dan mitra kerja,” jelas Kadivpas.

Tari kolosal tersebut dilaksanakan serentak seluruh Indonesia, dimulai sekitar pukul 8.30 WIB setelah selesai mendengarkan sambutan Dirjen Pas dan selesai pukul 09.00 WIB.(167)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*