Lapas Arga Makmur Rusuh, Sipir Bonyok Dikeroyok Napi

 lapas 1
ARGA MAKMUR, BE – Lapas Kelas IIB Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara (BU), Rabu (25/5), sekitar pukul 12.30 WIB, mendadaka heboh. Terjadi kericuhan di Lapas itu karrena dipicu napi yang tidak terima petugas sipir melakukan razia setiap hari.

Puncaknya ketika Kasi Admin Kamtib, Muslim SH mengambil paksa lima unit handphone milik penghuni lapas yang sedang berada diluar ruang tahanan. Handhone milik tahanan tersebut diambil saat tahanan sedang berada di dapur, halaman dan ruang tahanan. Ketegangan tidak terhindarkan, tahanan terpancing emosi kemudian menyerang petugas Lapas.

“Mereka langsung menyerang saat petugas mengambil handphone. Kasi Admin Kamtib kami mengalami luka di bibir dan kepala belakang akibat dikeroyok tahanan,” jelas Kepala Lapas IIB Arga Makmur, Drs Raden Hadiwismobudi Bc Ip.

Raden mengatakan, untungnya kericuhan berhasil diredakan beberapa petugas Lapas dan anggota Sabhara Mapolres BU serta anggota Kodim 0423/BU. Sampai saat ini pihak Lapas baru mengantongi beberapa nama tahanan yang menjadi provokator kericuhan. Beruntung kericuhan tidak mengakibatkan kerusakan berarti, hanya kaca dapur yang pecah akibat lemparan batu.

“Hanya kaca dapur yang pecah terkena lemparan batu. Kami pastikan siapa yang memancing kericuhan bakal kami tindak, akan kami giring ke pihak kepolisian,” imbuh Raden.

Razia setiap hari yang diberlakukan Lapas Kelas IIB Arga Makmur tujuannya untuk memperkecil peredaran narkoba, selain itu menghambat barang yang tidak boleh berada di dalam Lapas masuk.

Namun tindakan ini malah menjadi masalah bagi Lapas, untuk itu Raden akan mengevaluasi kembali program razia setiap hari ini. Selain itu Raden juga akan memikirkan tuntunan Napi yang meminta agar Kasi Admin Kamtib diganti.

“Razia setiap hari sudah saya berlakukan sejak saya menjabat sebagai Kalapas Arga Makmur. Intinya semua barang yang dilarang masuk ke dalam lapas tidak boleh masuk,” terang Raden.

Kericuhan ini membuat Mapolres BU menurunkan puluhan personelnya untuk standby di Lapas Kelas IIB Arga Makmur. Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Andhika Vishnu SIK yang turun langsung memantau keadaan, mengatakan, puluhan personel dari Sabhara bersenjata lengkap akan standby di luar Lapas sampai kondisi benar-benar kondusif. Mengingat Narapidana menolak anggota polisi untuk masuk ke dalam Lapas, sehingga penjagaan diperketat di luar Lapas.

“Narapidana tidak memperbolehkan anggota polisi masuk kedalam lapas, mereka menginginkan anggota TNI dan sipir yang menjaga di dalam. Kita terima permintaan itu, jika tidak malah semakin panjang masalahnya nanti,” jelas Kapolres.

Dari pembicaraan Kapolres dengan Kasi Admin, ia mengaku tidak tahu siapa yang memulai keributan pertama kali. Bahkan dia tidak mengetahui siapa yang pertama kali memukul, mengingat ia dikeroyok dalam keadaan panik sehingga tidak tahu berapa orang napi yang memukulnya.

“Anggota standby disini sampai benar-benar kondusif, saya tidak ingin kericuhan lebih besar dan terlambat ditangani. Jika sudah tahu siapa pemicu kerusuhan akan kita amankan dulu, untuk saat ini kami dengan lapas masih melakukan penelusuran siapa saja pelaku pemicu kerusuhan,” tegas Kapolres mengakhiri.

Kericuhan ini tak pelak memancing puluhan warga sekitar, mereka menyaksikan puluhan anggota polisi berkumpul di depan pintu masuk ke dalam Lapas. Selain petugas lapas dan TNI tidak diperbolehkan masuk, bahkan awak media hanya bisa mengambil gambar dari luar Lapas. Kasi Admin Kamtib kemudian dibawa ke rumah sakit, setelah menceritakan kronologis kejadian kepada Kapolres dan Kalapas di dalam ruangan.(167)