Lapar, Warga Ipuh Buat Onar

11150463_977413155615610_6434135874225645884_n
ARGAMAKMUR, BE – Warga kawasan Pasar Purwodadi, Kecamatan Argamakmur, Kabupaten Bengkulu Utara (BU), Rabu (7/5), gempar setelah salah seorang warga Kecamatan Ipuh berbuat onar.
Pasalnya ada lelaki bernama Samsudin (27), Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) ini berbuat onar lantaran kelaparan. Ia mengancam seisi warga pasar menggunakan dua buah cuter, sembari dari mulutnya keluar perkataan mengancam dan berkata kotor.
Melihat Samsudin berbuat demikian warga dan polisi sepakat beramai-ramai menangkapnya. Warga dan Polisi sempat terlibat kejar-kejaran sampai di lampu merah simpang Dwiguna.
Sesampainya di lampu merah, Samsudin dikepung oleh warga, setelah ditangkap dia sempat memperoleh beberapa hadiah bogem mentah dari warga lantaran melawan. Beruntung anggota dari Bhabinkamtibmas Polres BU mencegah amukan warga terhadap Samsudin. Setelah berhasil menangkap dia langsung di bawa ke pos polisi lalu lintas yang berada di Pasar Purwodadi diamankan sementara.
Dari pengakuannya, ia berbuat seperti ini lantaran lapar, dan merasa dipermainkan. Di Kota Argamakmur sudah 26 hari, bekerja serabutan. Dari Ipuh ke Argamakmur menumpang bus. Dia juga mengaku sudah mempunyai isteri dan dua orang anak, namun saat ditanya nama isteri, anak dan dimana tinggal isterinya itu ia terlihat ling-lung menjawab pertanyaan warga dan polisi. Setiap yang dia jawab berbeda-beda.
“Saya 26 hari sudah ada di sini, dari Ipuh naik bus malem turun di rumahnya pak Kumis. Anak dan isteri saya ad di Ipuh. Anak saya dua, isteri saya satu, saya di Ipuh itu kerja di perkebunan, datang kesini katanya banyak kerjaan,” kata Samsudin dengan bahasa dan perkataan layaknya orang yang kurang waras.
Saat ditanya warga, siapa nama isteri dan anaknya, dia tidak tahu. Pertama menjawab nama isterinya Sari dari Kemumu, namun saat ditanya warga lagi dia menjawab nama isterinya bukan Sari lagi, dia pun tidak tahu dimana rumah isterinya.
Menurut Sukarno (50), salah satu warga mengatakan, awal mula Samsudin berbuat onar. Samsudin diakuinya memang mempunyai sedikit keterbelakangan mental. Dari pertama datang ke Pasar kerjaanya cuma jalan, mondar – mandir mengelilingi pasar. Diduga dia berbuat onar minta uang tidak dikasih saat itu dia lapar. Padahal kalo makan dia minta di setiap warung makan yang ada di Pasar.
“Dia tu udah ada sekitar 2 minggu di Pasar ini, kerjaanya ya cuma mondar-mandir mengelilingi pasar sambil merokok, hobi sekali kalo dia merokok. Kalo ketemu orang jarang dia minta uang pasti rokok sama makan. Informasinya dia dari Ipuh, kalo dia agak stres itu karena apa saya tidak tahu,” kata Sukarno.
Untuk sementara warga memanggil Satpol PP untuk mengamankan Samsudin. Ada sekitar 6 orang anggota Satpol PP yang membawa Samsudin ke atas kendaraan Satpol. Saat dibawa ia tidak melawan petugas. Sebelumnya untuk menenangkan Samsudin, salah satu warga yang peduli terhadapnya membelikannya nasi bungkus.(167)