Lakalantas di Padang Pelasan, 2 ABG Tewas

Evakuasi korban Lakalantas kemarin dini hari.

SUKARAJA, bengkuluekspress.com – Dini hari kemarin (25/10), dua anak baru gede (ABG) pengendara motor Honda Revo BD 3943 YC, yakni Alex Apersi (20) warga Desa Tumbuaan, Kecamatan Lubuk Sandi serta yang dibonceng Rendi Febrianto (17) warga Desa Lawang Agung, Kecamatan Air Periukan, meninggal dunia (MD) setelah bertabrakan dengan truk jenis Louhan di Desa Padang Pelasan, Kecamatan Air Periukan.

“Mobil Louhan berhasil melarikan diri bersama sopirnya. Satu korban meninggal di lokasi dan yang dibonceng meninggal setelah mendapatkan perawatan,” ujar Kapolres Seluma Polda Bengkulu, AKBP. Swittanto Prasetyo melalui Kasat Lantas, Iptu. Lilik Sucipto.

Pantauan BE, korban yang meninggal dunia telah dimakamkan di TPU desa tempat tinggal korban, Minggu pagi. Sedangkan pengemudi dan mobil yang melarikan diri, masih dalam pengejaran petugas.

“Sekalipun berhasil kabur, kepolisian tetap melakukan pengejaran dan saksi-saksi sudah dimintai keterangannya,” ujar Lilik.

Data terhimpun, Lakalantas ini bermula saat korban dan temannya melaju dari arah Tais menuju Kota Bengkulu. Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP) sepeda motor korban berbenturan dengan truk Louhan yang melaju dari arah berlawanan. Korban dan rekannya terhempas ke aspal, sementara mobil Louhan tersebut langsung kabur meninggalkan kedua korban.

“Untuk sepeda motor, saat ini telah kita amankan ke Mapolsek Sukaraja,” kata Lilik.

Atas kejadian Laka ini, Kasat Lantas mengimbau agar pengendara hati-hati dan waspada saat menjalankan kendaraannya. Taati dan patuhi tata tertib berlalu lintas, jangan mengemudi melebihi batas ambang kecepatan dengan selalu menggunakan atribut keselamatan diri saat sedang menjalankan kendaraan tersebut.

“Mulai besok (hari ini, red) (26/10), kita akan melaksanakan Operasi Zebra Nala 2020. Ini akan kita maksimalkan untuk menekan angka lakalantas khususnya di wilayah hukum Polres Seluma,” pungkasnya. (333)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*