Laka Tunggal, 2 Pelajar Tewas

tewas-gantung
Foto : IST

CURUP, Bengkulu Ekspress – Kecelakaan tragis terjadi di tikungan tiga beradik Desa Suban Ayam Kecamatan Selupu Rejang pada Rabu (1/8) malam kemarin. Akibat kejadian tersebut dua orang pelajar SMP di Kabupaten Rejang Lebong meninggal dunia.

“Hingga saat ini penyebab kecelakaan masih kita selidiki, namun diduga kuat keduanya mengalami laka tunggal karena out control,” sampai Kapolres Rejang Lebong, AKBP Ordiva SIK melalui Kasat Lantas AKP Henryanto P Hutasoit SIK saat dikonfirmasi Kamis (2/8) kemarin.

Dijelaskan Kasat, kedua korban yang mengalami kecelakaan lalulintas tersebut adalah Dimas (14) warga Desa Air Putih Kali Bandung Kecamatan Selupu Rejang dan Andi (14) warga Desa Suban Ayam Kecamatan Selupu Rejang. Keduanya masih berstatus pelajar di salah satu SMP di Kabupaten Rejang Lebong.”Dimas mengalami luka robek diselangkangan paha kaki sebelah kanan semantara Andi mengalami sejumlah luka lecet di badannya,” terang Kasat.



Bahkan menurut Kasat, untuk korban Dimas diduga kuat meninggal di tempat kejadian perkara karena luka parah yang dialaminya, sedangkan Andi meninggal dunia setelah mendapat perawatan medis di RSUD Curup. Kasat mengaku, pihaknya belum mengetahui pasti kronologis kecelakaan yang dialami korban, karena memang tidak ada saksi mata yang melihat kedua korban terjatuh dari motornya.

Namun menurut Kasat, atas kejadian tersebut Kasat Lantas berharap bisa menjadi perhatian bagi orang tua agar tidak membiarkan anaknya yang belum cukup umur untuk mengendarai sepeda motor, karena memang kedua korban selain masih berstatus dibawah umur juga belum memiliki Surat Izin Mengemudi.

Di sisi lain, Muhammad Antoni (25) salah satu warga yang membuka usaha konter HP tak jauh dari lokasi kejadian mengaku tidak mengetahui pasti kecelakaan yang dialami kedua korban. Karena memang saat kejadian kondisi jalan lagi sepi selain karena waktu magrib juga saat kejadian tengah terjadi gerimis.

“Warga mengetahui bahwa ada korban kecelakaan karena banyak mobil yang berhenti setelah melihat kedua korban terkapar di jalan,” aku Anton.

Anton berharap, ada perhatian dari pemerintah terkait dengan kondisi ditempat kedua korban mengalami kecelakaan. Karena menurut Anton selain kondisi jalan yang menikung sehingga licin saat hujan, dilokasi kejadian juga tidak adanya penerangan jalan, sehingga jalan menjadi gelap dan bisa memicu terjadinya kecelakaan. “Kami berharap adanya perhatian dari pemerintah, karena dilokasi tempat kedua korban terjatuh jalannya sangat gelap sehingga bisa memicu terjadinya kecelakaan lagi,” terang Anton. (251)