Laka Maut, Usus Terbuai dan Truk Terbakar

KARANG TINGGI, BE- Kecelakaan maut kembali terjadi. Truk Batubara milik SG (Slamet Group) bertabrakan dengan Motor Yamaha Jupiter MX, di Ruas Jalan Desa Dusun Baru II, kecamatan Karang Tinggi, kemarin. Kecelakaan ini membuat pengendara motor Andi (25), diketahui karyawan PT Bengkulu Mandiri, Perusahaan Batu Galian C di desa Durian Demang tewas. Warga Lingkar Barat Kota Bengkulu ini  tewas seketika dengan kondisi menggenaskan di TKP (Tempat Kejadian Perkara).

Perut korban robek hingga ususnya terbuai, dan hatinya berceceran di aspal. Akibat digilas oleh truk bermuatan sekitar 18 ton tersebut. Tak hanya itu kecelakaan hebat ini juga membuat truk naas tersebut terbakar.
Dari sejumlah keterangan yang didapat BE dilapa

ngan, diketahui kecelakaan maut ini bermula saat pengendara motor itu melintas di TKP, ia menyenggol bemper bagian belakang sebuah kendaraan pribadi. Hal itu membuat pengendara motor terpental ke aspal. Disaat bersamaan muncul pula truk batubara dari arah Kepahiang hendak menuju Pulau Baai. Sopir truk batubara pun tak bisa lagi menghentikan laju truk yang ia kendarai itu.

Hingga kecelakaan maut itupun tak bisa terhindarkan lagi. Tubuh korban yang masih tergeletak di aspal langsung langsung digilas ban depan truk itu, hingga masuk ke kolong truk dan sempat terseret beberapa meter.

Hingga akhirnya tubuh korban nyangkut di As depan truktersebut.
“Motornya masih di bawah kolong truk,” kata Tomo, warga didekat lokasi.

Kecelakaan hebat itu membuat korban tewas seketika dengan kondisi menggenaskan. Korban mengalami luka besar, perutnya robek hingga ususnya terbuai. Bahkan sebagian daging hati korban juga berserakan di sekitar lokasi. Paha korban pun juga mengalami luka robek. Untuk mengamankan lokasi, korban selanjutnya dilarikan ke RSUD di Taba Penanjung.

“Korban terluka di bagian perut, dan di kedua paha. Bagian kepalanya tak apa-apa. Luka robek di bagian perut sepertinya ken benda tajam. Robeknya cukup rapi, usus dan organ di dalamnya ikut keluar,” ujar dr Allen M, saat membenahi jasad korban.
Usai kejadian, polisi pun langsung datang dan melakukan olah TKP.

Dari pantauan BE di TKP, diketahui truk itu dikemudikan Jhon Kanedi (40), Warga Air Palik, Bengkulu Utara. Pasca kecelakaan maut itu truk itupun langsung terbakar. Akibat saat menggilas dan menyeret tubuh korban, truk yang baru 2 tahun dikemudikan Jhon itu pecah bagian tanki. Polisi menduga kebakaran itu akibat gesekan besi truk atau motor itu membuat  tanki truk itu pecah, hingga akhirnya menimbulkan kobaran api, menghanguskan bagiab depan truk tersebut.

“Tankinya pecah saat dilindas truk, gesekan api saat besi terseret kemudian menyulut bensin hingga memunculkan percikan api, lalu membakar bagian kepala truk,” ujar BKO Kanit Lantas Benteng, Bripka Sucipto.

Kecelakaan maut ini sempat memacetkan ruas jalan di TKP sekitar 1 jam lamanya. Akibat banyaknya masyarakat yang menyaksikan peristiwa nas tersebut.
Sejauh ini sopir truk Jhin Kanedi telah diamankan di Polsek Karang Tinggi.

Menurut penuturan Jhon Kanedi, sopir truk BB, saat ditemui di Polsek Karang Tinggi,  saat kejadian itu ia sudah melambatkan laju truk. Di sebelah kanan jalan, jelas Jhon sudah berjejer 2 buah truk sudah berada di pinggir, saat mereka berpapasan. Di belakang 2 truk itu pula, sebuah kendaraan pribadi dan Motor Yamaha Jupiter membuntuti, melaju dengan sangat kencang dari arah Bengkulu.

“Saya sudah pelan, karena waktu itu mobil juga lagi rame, tetapi motor melaju kencang. Motor itu sebelumnya menyenggol bodi belakang mobil, trus tiba-tiba muncul di depan truk, saya tidak bisa ngerem mendadak, dan pengendara motor itupun digilas truk saya,” kata Jhon. (122)