Lahan Tahura Berkurang

Anggota DPRD Benteng, Fery Haryadi
Foto : Fery Haryadi

Dewan Minta DLH Ukur Ulang

BENTENG, Bengkulu Ekspress – Luas lahan Taman Hutan Raya (Tahura) Rajo Lelo di Desa Tanjung Terdana, Kecamatan Pondok Kubang, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) terus berkurang.Luas lahan dalam surat keputupusan (SK) dari Kementerian Lingkungan Hidup RI yang mencapai 1.122 hektare ternyata tak sesuai dengan fakta.

Dari hasil koordinasi DPRD Benteng dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Benteng, terungkap bahwa saat ini luas Tahura Rajo Lelo adalah 278 hektare.”Fakta di lapangan, kini hanya terdapat seitar 151 hektar yang nyata-nyata belum digarap oleh masyarakat. Ini kami dapat setelah melakukan penelusuran,” ungkap Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Benteng, Fery Haryadi SSos.

Dari hasil investigasi yang dilakukan tim, sambung Fery, perbedaan luas lahan ini terjadi sejak lama, yakni saat Tahura masih menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Bengkulu.Hal ini terjadi dikarenakan pengusulan luas lahan Tahura ke Kementerian Lingkungan Hidup tidak sesuai dengan kenyataan. Dikarenakan sebagian besar lahan memang belum dibebaskan dari masyarakat setempat.

“Perbedaan luas lahan ternyata sudah terjadi sejak lama,” tambah Fery.

Dikarenakan pengelolaan Tahura sudah dikembalikan ke DLH Kabupaten Benteng, Fery mengharapkan agar Pemda Kabupaten Benteng segera melakukan perhitungan ulang atau inventarisasi aset. Sehingga, luas lahan Tahura bisa singkron dengan kenyataan serta diubah di Kementerian.

“Jangan sampai ada masyarakat yang dirugikan dan dianggap sebagai penyerobot aset. Sebab itu, Pemda Benteng harus benar-benar hati-hati dalam melakukan pengukuran,” sambung Fery.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengatakan, Tahura Kabupaten Benteng merupakan aset berharga yang diakui secara nasional. Dari 34 Tahura yang ada se-Indonesia, Tahura Rajo Lelo di Kabupaten Benteng mendapat peringkat 3 terbaik.

“Tahura memiliki potensi bagus untuk dijadikan tempat wisata. Bisa dijadikan taman rekreasi alam,” pungkas Fery.(135)