Lahan PLN Dibebaskan

BENGKULU, BE – Setelah lama terkatung-katung, akhirnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu memenuhi permintaan pihak PLN untuk membebaskan lahan seluas 2 Ha untuk lokasi pembagunan gardu induk di Air Sebakul Kota Bengkulu. Kesepakatan pembebasan tersebut di dapat dalam rapat yang digelar Pemkot, PLN dan tim pendamping Senin (23/4) di Kantor Kecamatan Selebar. “Semuanya tahapan pembebasan telah kami lakukan, sekarang tinggal turun ke lapangan untuk mengiventaris tanaman pemilik lahan di atas tanah tersebut,” kata Aisisten I Pemkot Drs Rosmidar kepada BE, kemarin.

Ia menjelaskan jika tak ada halangan, Kamis (26/4) tim pendamping akan turun menginventrisir lahan tersebut, kemudian akan dilakukan negosiasi untuk menetapkan besaran ganti rugi yang mesti dibayar oleh pihak PLN. “Tugas kami hanya melakukan tahapan-tahapan pembebasan, karena menjalankan amanah Undang-undang tentang pembebasan lahan di atas 1 Ha. Sedangkan semua biaya yang dibutuhkan akan ditanggung PLN,” ujarnya. Dengan demikian, maka dapat dipastikan dalam waktu yang tidak terlalu lama, proses pengerjaan gardu induk tersebut segera dilakukan, mengingat pihak PLN telah menyiapkan dana sebesar Rp 300 miliar untuk mengatasi krisis listrik di Bengkulu. Sementara itu, Kepala Humas PLN Cabang Bengkulu, Amir Hamzah menyambut baik pembebasan lahan tersebut karena pembebasan telah lama diusulkan PLN. “Sudah waktunya Pemkot merealisasikan permintaan PLN, karena masalah ini sudah cukup lama tidak direspon,” katanya. Ia mengungkapkan selama ini pihak BPN yang terkesan lamban menyikapi pembebasana lahan tersebut dengan alasan menunggu peraturan tentang pembebasan lahan yang baru dari BPN nasional. Padahal jika langsung direspon pada saat permintaan pembebasan 1 tahun silam, maka gardu induk tersebut telah beroperasi dan tidak ada lagi pemadaman listrik di Kota Bengkulu dan sekitarnya. (400)