Lahan Pemkot Bengkulu Dijadikan Kebun Melon

MEDI/BE
Lahan kosong milik Pemkot ini dijadikan kebun melon sebagai langkah ketahanan pangan selama masa pandemi.

BENGKULU, BE – Lahan Pemkot yang rencananya untuk perluasan area perkantoran di Kelurahan Bentiring Permai, dialihfungsikan sementara menjadi kebun melon.
Kebun ini sendiri dikelola masyarakat RT, RW, LPM dan melibatkan stakeholder dari tiga pilar yaitu Babinkamtibmas, Babinsa dan Kelurahan Bentiring Permai.
Camat Muara Bangkahulu, Asnawi Amri, S.Sos mengatakan kebun melon tersebut terangkum dalam Program Kampung Berseri (Bersih, Sehat dan Mandiri) yang terpusat di Lokasi Perumahan Azzahrah RT 22 RW.03 Kelurahan Bentiring Permai, dengan harapan dapat menjaga produktivitas masyarakat terutama di sektor ketahanan pangan dalam Pandemi covid-19.
“Tidak hanya kebun melon saja, tetapi juga ada kebun cabai, tomat, kebun sayur, apotik hidup, ternak ikan serta kerajinan rumah tangga termasuk kue khas Bengkulu,” ujar Asnawi.
Sementara itu, Staf Ahli Walikota, Hilman Fuadi menambahkan Program Kampung berseri mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Bengkulu yang disinergikan dengan program pemanfaatkan perkarangan kosong menjadi produktif, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di lingkungan Muara Bangkahulu.
“Sebagai bentuk dukungan Pemda Kota, apabila ada kekurangan kebutuhan yang diperlukan, Pemkot Bengkulu siap mengakomodir. Hal ini untuk mewujudkan Kota Bengkulu menjadi kota yang hijau dan indah,” tambah Hilman.
Sementara itu, Ketua RT 22 Bentiring Permai, Edi Indra menyampaikan bahwa masyarakat lingkungan sekitar sudah memiliki kesadaran dan semangat dalam menjalankan program tersebut, dan berterimakasih kepada pihak terkait atas ditunjuknya Kelurahan Bentiring Permai khususnya di RT 22 Perumahan Azzahra sebagai Kampung Berseri.
“Dalam pengelolaan kebun ini, kita sudah ada ahlinya di bidang pertanian sehingga dari proses penyiapan lahan, penanaman dan masa panen akan dilakukan bersama dengan masyarakat tentunya dibantu dengan Babinkamtibmas, Babinsa dan Kelurahan,” imbuh Edi. (805)