Lagi, Pamong Tangkap 4 Siswa

KEPAHIANG, BE- Satuan Polisi Pamong Praja Kepahiang kembali menggelar razia terhadap pelajar yang keluyuran di jam sekolah. Jika sebelumnya berhasil diamankan 2 pelajar, kemarin Satpol PP kembali menjaring 4 pelajar kelas XII asal salah satu SMKN di Kepahiang yang berkeliaran pada saat jam pelajaran berlangsung, yakni sekitar pukul 11.00 WIB. Siswa yang berhasil diciduk itu terdiri dari 2 orang perempuan kelas XII SMKN 1 Kepahiang jurusan TIK, FA (17) dan LM (17)–masing-masing warga Dusun Kepahiang; serta 2 orang siswa pria jurusan Listrik, RA (17), warga Jalan Baru, dan FR (17) warga Batu Belarik. Menariknya dalam penangkapan keempat siswa di Jembatan Air Durian Desa Pelangkian tersebut, sempat terjadi kejar-kejaran karena 2 orang siswa pria berupaya melarikan diri saat akan didata pihak Satpol PP. Kasatpol PP Kepahiang, Zakaria Anwar, SSos MSi melalui Kabid PUKM, Muhammad Din SH menyampaikan pihaknya akan terus melakukan razia para pelajar yang keluyuran di jam belajar ini. Hal ini agar timbul kesadaran para siswa untuk serius dalam menuntut ilmu. “Kita akan terus melakukan razia pelajar yang membolos dijam belajar ini,” ungkap Muhammad Din. Dikatakannya, mengenai para siswa yang kembali kedapatan keluyuran dijam belajar ini pihaknya akan melakukan pembinaan dan membuat perjanjian tertulis kepada para siswa yang bersangkutan. “Kita akan data nama para siswa ini dan akan kita buat surat perjanjian yang berisi agar tidak kembali mengulangi perbuatannya,” jelas Din. Sementara itu, mendengar kabar jika salah seorang siswanya diamankan pihak satpol pp Kepahiang. Wali Kelas XII TIK 1, Fitria Satianagara, SPd langsung mendatangi kantor satpol pp Kepahiang, dimana dirinya selaku wali murid siswa tersebut mengakui jika keempat siswa itu tadinya sekitar pukul 09.00 WIB memang disuruh pulang cepat karena tidak bisa mengikuti pelaksanaan Try Out (TO). Hal ini karena keempatnya belum menyelesaikan persyaratan administrasi untuk mengikuti TO. “Memang para siswa ini tadinya kami suruh pulang cepat untuk mengurus TO nya. Hanya saja kami tidak tau jika mereka ternyata tidak langsung pulang ke rumah, dan malah tertangkap Satpol PP,” ujar Fitria didampingi slah seorang guru lainnya Heni di kantor Satpol PP. Dikatakannya, mengenai hal ini pihaknya juga akan memberikan sanksi berupa peringatan kepada para siswa ini agar tidak keluyuran dijam belajar sekolah. “Kita akan melakukan pengawasan kepada para siswa ini agar tidak terulang kejadian yang serupa,” ujarnya.(505)