Lagi, Jamaah Haji Batal Pulang

fto info haji

Ist/Bengkulu Ekspress
Seorang Jamaah Haji Suparni Fadiran, yang tergabung dalam kloter 9, dilarikan ke RS An Nur Arab Saudi.

Lima meninggal, 7 Ditanazulkan

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Lagi, seorang jamaah haji asal Bengkulu tertunda kepulanganya ke tanah air. Kali ini dialami Suparni Fadiran Hasan. Sehari sebelum menuju tanah air, ia dilarikan ke Rumah Sakit An Nur, Arab Saudi Makkah.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter Rumah Sakit An Nur Arab Saudi dan Ketua Sektor 10 serta Maktab 54, Suparni dengan berat hati terpaksa ditanazulkan (ditunda) kepulangannya ke tanah air sampai sembuh dan sehat,” ungkap Tim Pembimbing Ibadah Haji kloter 9 H Ajamalus melalui Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Bengkulu Drs H Bustasar MS M.Pd diamini Kabid PHU, H Ramlan Karim MHi dan Kasubag Humas, H Rolly Gunawan MHI.

Suparni, jamaah yang tergabung dalam rombongan 5, warga Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara. Dia sudah menyelesaikan semua prosesi rukun haji baik wajib dan sunnah haji, serta sudah selesai melaksanakan tawaf Wada’ (tawaf perpisahan).

“Mari kita doakan semoga beliau cepat sembuh dari sakitnya dan cepat kembali ke tanah air berkumpul dengan keluarganya,” kata Rolly.

Sakitnya Suparni menambah deretan jamaah Bengkulu, yang tertunnda kepulangannya ke tanah air.Sebelumnya hal serupa dialami Hasnah Burhan Dali (75), warga kota Bengkulu. Dengan begitu jumlah jamaah yang batal pulang ke tanah air lantaran sakit berjumlah dua orang sejak jadwal pemulangan jamaah ke Bengkulu.

Tertundamua kepulangan Hasnah Burhan Dali pulang ke tanah air, menyebabkan suaminya Ruskan Nawawi Mahmud shok. Pria paruh baya diketahui warga Jalan Dempo Nomor 12 c. RT 19 Sawah Lebar Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu, mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit M Yunus. Penyakit Diabetes Militus Type 2 ditambah Pneumonia, Akut Confusional State kambuh.

“Saat kita cek jamaah yang dirawat adalah berstatus suami istri, cuma dirawat terpisah, sang istri di Jeddah sedangkan suaminya di RSUD M.Yunus,” ungkapnya.

5 Meninggal dan 7 Tanazul

Kepala Kantor Kemenag Mukomuko yang juga PPIH Kloter 9, H Ajamalus menuturkan, jumlah jamaah kloter 9 yang pulang ke tanah air berjumlah 391 orang. Dari jumlah tersebut diketahui enam jamaah tanazul pulang duluan. Yaitu keluarga besar Bupati Mukomuko beserta istri dan keluarga, serta Bupati Bengkulu Utara, beserta istri, serta seorang jamaah yang dalam perawatan di An Nur Makkah.



Hingga saat ini jamaah haji Bengkulu yang wafat sebanyak lima orang. Dua orang di kloter 9 atas nama Hayuya Sahmi Anang dengan nomor pasport B6402396 dari Bengkulu Utara, kemudian Basirun Samain Saibin pemilik paspor B3773165 dari Bengkulu Tengah.

Kloter 7 satu orang atas nama Adenan Damud Air (72), warga Desa Pandang Kabupaten Seluma, meninggal di RSAS Madinah, Ridwan Usman Abdurrahman (59) jamaah kloter 6 warga Desa Ujung Tanjung Kabupaten Lebong meninggal di KKHI Makkah, Kemudian Zainah Mohamad Sidik (73) kloter 5 yang tergabung di kloter 10 PDG warga desa Pekik Nyaring Kecamapan Pondok Kelapa Bengkulu Utara.

Jamaah Kloter 7 Tiba

Kemarin (4/9), jamaah dari kloter 7 tiba di Bengkulu. Penyambutan jamaah kloter 7 yang pulang ke tanah ai sudah dilakukan pemerintah daerah. Jamaah kloter 7 yang terdiri dari Kabupaten Seluma, Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Kaur dalam kondisi sehat.

Ia berharap kepulangan semua jamaah memperoleh haji mabrur wal mabrurah dengan tetap sehat wal afiat serta dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadahnya nanti.

“Tetap merawat kemabruran hajinya dengan penuh semangat dan keikhlasan serta menjadi tauladan ditengah masyarakat, ” pintanya.

Pada prosesi penyambutan jamaah kloter 7 dihadiri Seketaris Daerah Bengkulu Novian Andusti mewakili Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. Serah terima jamaah itu ditandai dengan penyerahan bendera kloter, serta megaphone dari petugas kloter kepada pejabat pemerintah daerah, disaksikan jajaran kemenag lainnya. (247)