Lagi, 3 Warga Kaur Positif Covid-19

Juli Haryanto

BINTUHAN, bengkuluekspress.com – Warga terpapar Covid-19 di Kabupaten Kaur kembali bertambah. Dalam satu hari, tiga warga Kaur terkonfirmasi postif Covid-19. Bahkan beberapa hari yang lalu ketiga pasien positif itu menjalani perawatan medis di RSUD Kaur. Data di Dinkes Provinsi Bengkulu menegaskan, dari 35 kasus tambahan yang terjadi pada Sabtu (5/12), tiga diantaranya berasal dari Kabupaten Kaur. Dimana ketiganya menyebar di tiga kecamatan, yakni warga Nasal, warga Kaur Selatan dan warga Padang Guci Hulu.

Ketiga pasien ini masing-masing laki-laki 61 tahun, perempuan 25 tahun dan seorang perempuan tua umur 72 tahun. Adanya tambahan Covid-19 ini dibenarkan Kepala Dinkes Kaur, Azwar SSos melalui Kabid P2P Juli Haryanto SKM. Ia menyampaikan secara keseluruhan warga Kaur terpapar Covid-19 berjumlah 45 orang. Dari jumlah itu, 41 diantaranya sudah dinyatakan sembuh.

“Kalau yang masih positif ada 4 orang lagi, tiga terbaru sedangkan satu orangnya yang belum selesai menjalani masa isolasi,” ujarnya.

Lanjutnya, terkait dengan tiga pasien positif, pasien sempat menjalani perawatan di RSUD Kaur beberapa hari sebelumnya dengan berbagai keluhan mulai dari batuk, pilek demam, sakit tenggorokan hingga hilang indera penciuman. Namun demikian, pasca dipulangkan ke rumah masing-masing, saat ini kondisi ketiganya sudah sehat dan masih menjalani isolasi di rumah masing-masing.

“Kondisinya terus membaik dan saat ini masih menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing,” ujarnya.

Ditambahkannya, dengan tambahan pasien Covid ini, pihaknya tak henti-hentinya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan terutama dengan 3M yakni menggunakan masker saat keluar rumah, menjaga jarak dan tentunya mencuci tangan menggunakan sabun usai menjalankan aktivitas.

“Sekali lagi mari kita budayakan kebiasaan baru, sampai saat ini vaksin Covid belum disebarkan, artinya potensi penyebaran Covid masih tinggi,” tandasnya. (618)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*