Laboratorium RSMY Hentikan Layanan

BENGKULU, BE –  Bila tidak ada komitmen dari RSUD M Yunus untuk membayar utang sekitar Rp 800 juta, hari ini, laboratorium RSUD M Yunus Bengkulu, akan menghentikan pelayanan kepada pasien.   Jika ini terjadi, rumah sakit milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu itu akan lumpuh.
“Manajemen rumah sakit belum membayar sewa peralatan sejak  Juli hingga Oktober 2012.  Totalnya Rp 800 juta yang sudah diverifikasi. Masih ada sekitar Rp 200-Rp 300 juta lagi, sehingga bisa mencapai Rp 1 miliar belum dibayar,” ujar Direktur CV Laboratorium Graha Spesialis (LGS), Charyadi Wijaya, kepada wartawan.

Ditambahkan, CV Laboratorium Graha Spesialis (LGS) adalah pengelola  laboratorium di RSUD M Yunus, sejak Juni 2012 lalu. Selama melakukan kerjasama, baru bulan Juli yang sudah dibayar. Selebihnya, RSUD M Yunus tidak membayar utang-utangnya. “Padahal dalam MoU sudah jelas, dari semua penghasilan, 65% untuk CV LGS, sedangkan 35% untuk RSUD M Yunus. Semua peralatan  laboratorium itu, disediakan oleh CV LGS,”  katanya.
Ia mengatakan, dalam beberapa kali petemuan dengan manajemen RSUD M Yunus, agar segera membayar utang-utangnya itu, tidak ada respon dan itikad yang baik.

“Sehingga, kami mendeadline hingga besok (hari ini) pukul  10.00 WIB, apabila tidak ada juga  niat baik untuk pembayaran uang jasa itu, pelayanan laboratorium kami hentikan, sampai ada kejelasan,” ujarnya.
CV LGS sendiri telah  menempelkan  pengumuman kepada pasien terkait rencana penghentian pelayanan di pintu masuk laboratorium.  “Kami ingin, pihak terkait segera merespon. Kalau tidak ada niat baik dari manajemen untuk  melakukan pembayaran,  maka  pelayanan akan kami hentikan,” katanya.

Laboratorium tersebut, selama ini  memiliki fungsi sangat vital bagi pelayanan di RSUD M Yunus.
Terpisah, anggota  Komisi IV DPRD Provinsi, Oktoberto SE MM, mengatakan, buruknya manajemen keuangan RSUD M Yunus mulai terungkap satu persatu.  “Permasalahan tentang keuangan muncul silih berganti, kami minta agar segera  diselesaikan,” katanya.
Pihaknya mendesak agar  direksi RSUD segera membuat perjanjian baru dengan rekanan yakni CV  Laboratorium Graha Spesialis itu.  Sehingga pelayanan terhadap pasien tidak terganggu. “Kami meminta persoalan ini diselesaikan, namun demikian kami berharap agar pelayanan tidak dihentikan,” ujar politisi Demokrat itu. (100)